Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bukan Tumbuhan, Bukan Hewan, Bukan Jamur: Organisme Purba Raksasa 9 Meter Ini Masih Jadi Teka-Teki Ilmiah

Muhammad Azlan Syah • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:15 WIB

Para ilmuwan kini bingung dengan temuan fosil organisme raksasa setinggi sekitar 9 meter yang hidup 400 juta tahun lalu—lebih tua dari dinosaurus.
Para ilmuwan kini bingung dengan temuan fosil organisme raksasa setinggi sekitar 9 meter yang hidup 400 juta tahun lalu—lebih tua dari dinosaurus.

RADARBONANG.ID — Dunia ilmu pengetahuan kembali diguncang oleh temuan yang menantang pemahaman lama tentang sejarah kehidupan di Bumi.

Para ilmuwan mengungkap keberadaan organisme misterius setinggi sekitar sembilan meter yang hidup ratusan juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus mendominasi planet ini.

Makhluk purba tersebut dikenal dengan nama Prototaxites, organisme raksasa yang fosilnya telah lama ditemukan, namun hingga kini masih menjadi teka-teki besar.

Meski telah diteliti selama lebih dari satu abad, para ahli belum sepakat mengenai klasifikasinya: apakah ia tumbuhan, jamur, atau bahkan bentuk kehidupan yang sama sekali berbeda.

Baca Juga: Gunung Bokty di Kazakhstan, Fenomena Alam Unik dengan Lapisan Warna Mirip Kue Lapis

Hidup 400 Juta Tahun Lalu

Berdasarkan analisis fosil, Prototaxites diperkirakan hidup sekitar 400 juta tahun lalu, pada periode Devonian.

Saat itu, kehidupan di darat masih sangat terbatas. Belum ada pohon tinggi, belum ada hewan besar berkeliaran di permukaan bumi.

Namun di tengah lanskap purba yang sederhana itu, organisme ini menjulang hingga sembilan meter—setara gedung tiga lantai.

Ukurannya membuat para ilmuwan heran, karena belum ada organisme darat lain yang mendekati skala tersebut pada masanya.

Keberadaannya menunjukkan bahwa ekosistem awal Bumi jauh lebih kompleks dari yang sebelumnya diperkirakan.

Bukan Tumbuhan, Bukan Hewan

Sejak pertama kali ditemukan pada abad ke-19, Prototaxites sempat dianggap sebagai pohon purba. Bentuknya yang menyerupai batang besar membuat banyak peneliti awal menyimpulkan demikian.

Namun penelitian lanjutan membantah teori tersebut. Struktur internal fosil tidak menunjukkan ciri khas tumbuhan, seperti jaringan kayu atau sistem pembuluh.

Ia juga jelas bukan hewan karena tidak memiliki organ atau struktur tubuh yang sesuai.

Beberapa ilmuwan kemudian mengusulkan bahwa Prototaxites adalah jamur raksasa. Analisis kimia terhadap fosil menunjukkan pola isotop karbon yang mirip dengan jamur modern, yang memperoleh nutrisi dari bahan organik di sekitarnya, bukan dari fotosintesis.

Meski demikian, teori jamur pun belum sepenuhnya diterima. Ukurannya yang luar biasa besar sulit dijelaskan, mengingat jamur modern jarang mencapai skala seperti itu.

Organisme yang Tak Masuk Kategori

Inilah yang membuat Prototaxites begitu membingungkan. Ia tidak sepenuhnya cocok dimasukkan ke dalam kelompok tumbuhan, hewan, maupun jamur.

Beberapa peneliti bahkan berspekulasi bahwa organisme ini mungkin berasal dari kelompok kehidupan yang kini telah punah sepenuhnya—cabang evolusi yang tidak memiliki keturunan di zaman modern.

Jika benar, maka Prototaxites menjadi contoh nyata bahwa sejarah kehidupan Bumi pernah jauh lebih beragam dibanding yang kita kenal sekarang.

Bagaimana Cara Hidupnya?

Pertanyaan besar lain adalah: bagaimana organisme sebesar itu bisa bertahan hidup?

Tanpa daun untuk fotosintesis dan tanpa sistem pencernaan seperti hewan, Prototaxites diduga menyerap nutrisi dari lingkungan sekitarnya.

Ia mungkin memanfaatkan mikroorganisme, sisa-sisa makhluk hidup, atau bahan organik di tanah purba.

Strukturnya yang menyerupai jaringan tabung juga memunculkan dugaan bahwa organisme ini mampu menyerap dan mendistribusikan nutrisi secara efisien, memungkinkan pertumbuhan hingga ukuran ekstrem.

Mengubah Cara Pandang tentang Evolusi

Penemuan dan penelitian berkelanjutan tentang Prototaxites memberikan pelajaran penting bagi ilmu evolusi. Ia menunjukkan bahwa bentuk kehidupan awal tidak selalu mengikuti pola yang kita kenal saat ini.

Pada masa awal kehidupan darat, eksperimen evolusi tampaknya berlangsung bebas, menghasilkan organisme-organisme aneh yang kini sulit dipahami.

Baca Juga: Gunung Bokty di Kazakhstan, Fenomena Alam Unik dengan Lapisan Warna Mirip Kue Lapis

Ilmuwan menilai, memahami makhluk seperti Prototaxites bisa membantu menjelaskan bagaimana ekosistem darat berkembang, dan bagaimana kehidupan bereksperimen sebelum akhirnya menghasilkan tumbuhan dan hewan modern.

Misteri yang Belum Terpecahkan

Hingga kini, Prototaxites masih menyimpan banyak rahasia. Setiap temuan baru justru memunculkan lebih banyak pertanyaan.

Apakah ia jamur raksasa? Ataukah bentuk kehidupan unik yang sudah punah? Jawabannya masih menunggu penelitian lebih lanjut.

Yang pasti, organisme ini menjadi pengingat bahwa sejarah Bumi dipenuhi makhluk-makhluk luar biasa—dan belum semuanya berhasil kita pahami.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#organisme purba raksasa #lebih tua dari dinosaurus #Prototaxites #fosil misterius #sejarah kehidupan bumi