Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Islam Sudah Masuk Nusantara Saat Nabi Masih Hidup, Ini Fakta dan Bukti Arkeologisnya

Amin Fauzie • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:05 WIB
Beberapa penelitian dan penemuan arkeolog menjadi pertanda bahwa Islam sudah masuk Indonesia sejak abad ke-7 Masehi semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Foto adalah ilustrasi.
Beberapa penelitian dan penemuan arkeolog menjadi pertanda bahwa Islam sudah masuk Indonesia sejak abad ke-7 Masehi semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Banyak yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-11.

Namun, sejumlah penelitian sejarah dan bukti arkeologis menunjukkan fakta sebaliknya: Islam telah menyentuh tanah air kita sejak abad ke-7 Masehi, bahkan semasa hidup Nabi Muhammad SAW.

Sejarawan dan arkeolog seperti Peter Bellwood dari Australian National University mencatat bahwa sebelum abad ke-6 Masehi, telah terjadi hubungan dagang antara Arab, Cina, dan Indonesia.

Penemuan artefak Cina di Sumatera Selatan dan Jawa Timur memperkuat bukti ini.

Peneliti J.R. Tibbet menambahkan bahwa kapal-kapal dagang Arab sering singgah di pesisir Nusantara dalam perjalanan menuju Cina.

Sekitar tahun 625 Masehi — hanya 15 tahun setelah wahyu pertama diturunkan — komunitas Arab Muslim sudah hidup damai di pesisir Sumatera, di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya.

Mereka membaur dengan penduduk lokal, menikah, membangun komunitas, dan membentuk cikal bakal pusat-pusat pendidikan Islam pertama di Indonesia.

Prof. Hamka mencatat laporan pengembara Tiongkok tahun 674 Masehi yang mencatat keberadaan perkampungan Arab di Barus, pesisir barat Sumatera.

Ini membuktikan bahwa Islam masuk ke Indonesia jauh sebelum era Walisongo.

Di tempat lain, yakni di Jawa, berdiri Kerajaan Holing (dikenal sebagai Kalingga) yang dipimpin Ratu Sima.

Kerajaan ini dikenal sangat makmur dan disiplin.

Dalam sebuah kisah, seorang utusan Arab meletakkan pundi-pundi emas di tengah jalan untuk menguji moral warga Holing.

Tiga tahun tak seorang pun menyentuhnya — hingga putra mahkota menyepaknya dan dihukum berat oleh sang ratu demi menjaga kehormatan negeri.

Islam Datang Lewat Damai, Bukan Penaklukan

Para pedagang Muslim yang datang bukanlah penakluk, melainkan pembawa damai yang menyebarkan nilai-nilai Islam melalui interaksi sosial, budaya, dan ekonomi.

Mereka mendirikan pemukiman, mengajarkan Al-Qur’an, dan menanamkan nilai-nilai spiritual seperti kebersihan dan kedisiplinan.

Namun karena kuatnya pengaruh kerajaan Hindu-Buddha seperti Sriwijaya dan Kalingga, dakwah Islam di awal tidak dilakukan secara terbuka.

Raja-raja masih dianggap sebagai dewa oleh rakyatnya, sehingga proses penyebaran Islam berlangsung secara perlahan dan bertahap.

Jadi dari kesimpulan berbagai penelitian di atas, termasuk yang dilakukan oleh sejarawan Islam dari Princeton University, menyebut bahwa Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah (abad ke-7 Masehi), bukan abad ke-11 seperti yang selama ini diajarkan dalam sejarah formal.

Narasi ini bukan hanya mengubah pemahaman kita tentang sejarah, tetapi juga menegaskan bahwa Islam di Indonesia memiliki akar yang dalam dan menyatu dalam kultur lokal jauh sebelum munculnya kerajaan-kerajaan Islam besar seperti Samudera Pasai, Demak, atau Mataram Islam.

Mengetahui bahwa Islam sudah hadir secara damai dan alami di Nusantara sejak awal abad ke-7 Masehi memberikan perspektif baru tentang identitas bangsa.

Ini juga menegaskan bahwa kekuatan moral, budaya, dan nilai spiritual sudah tumbuh lama di bumi pertiwi, bahkan sebelum kedatangan penjajah Barat.

Sejarah ini bukan hanya perlu dibaca, tapi juga direnungkan: bahwa kekuatan sejati suatu bangsa terletak pada kejujuran, keteguhan moral, dan keterbukaannya dalam menerima perbedaan budaya.

Islam di Nusantara bukanlah hasil penjajahan atau pemaksaan, melainkan buah dari interaksi, perdagangan, dan kasih sayang antarbangsa.

Bagaimana dengan Wali Songo?

Wali Songo adalah tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam di Nusantara, khususnya di Jawa.

Mereka dikenal sebagai penyebar Islam yang menggunakan pendekatan budaya, sosial, dan pendidikan.

Catatan sejarah dan babad menyebutkan bahwa kiprah Wali Songo mulai muncul sekitar tahun 1404 M, dengan masa puncaknya berlangsung di paruh kedua abad ke-15.

Kemunculan mereka beriringan dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit dan berdirinya Kesultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa.

Jika dihitung dari wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M hingga awal aktivitas dakwah Wali Songo pada sekitar 1404 M, terdapat selisih waktu sekitar 772 tahun.

Kesimpulannya, meskipun Islam sudah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 (sekitar masa Nabi Muhammad SAW), namun penyebaran Islam secara luas dan sistematis di Jawa baru terjadi berabad-abad kemudian melalui peran Wali Songo.

Artinya, Islam datang lebih awal, tapi baru mengakar secara kultural dan struktural di Jawa ratusan tahun kemudian melalui para wali tersebut. (*)

Editor : Amin Fauzie
#bukti arkeologis #kapal dagang Arab #pedagang Muslim #semasa hidup Nabi Muhammad SAW #Penelitian Sejarah #abad ke 7 Masehi #sejarawan #artefak Cina #Islam masuk ke Nusantara