Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dari Maling Jadi Raja: Kisah Kontroversial Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singosari dan Leluhur Dinasti Majapahit

Tulus Widodo • Jumat, 4 Juli 2025 | 01:05 WIB
Dari Ken Arok, lahirlah dua kerajaan besar: Singosari dan Majapahit. Foto adalah ilustrasi.
Dari Ken Arok, lahirlah dua kerajaan besar: Singosari dan Majapahit. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Dalam lembaran sejarah Nusantara, Ken Arok adalah sosok yang namanya tertulis dengan tinta tebal, bukan hanya sebagai pendiri Kerajaan Singosari, tetapi juga sebagai leluhur para raja besar Majapahit, termasuk Raden Wijaya.

Namun, siapa sangka, perjalanan hidupnya dimulai bukan dari istana, melainkan dari lorong-lorong kelam dunia kejahatan?

Ken Arok: Dari Anak Haram, Perampok, hingga Raja

Nama Ken Arok atau secara ejaan kunonya Ken Angrok bukan berasal dari kalangan bangsawan.

Dia lahir dari rahim perempuan desa bernama Ken Ndok (Ni Endhog) yang kala itu telah menikah dengan Gajah Para, seorang rakyat biasa.

Namun, nasib berkata lain. Kecantikan Ken Ndok menarik perhatian Sri Maharaja Panjalu, Mapanji Kamesywara, dalam sebuah peristiwa perburuan di hutan.

Dari hubungan singkat nan rahasia inilah, Ken Arok lahir—anak hasil "pinjaman paksa" berdarah ksatria.

Sayangnya, sejak lahir Ken Arok dibuang dan kemudian ditemukan serta dibesarkan oleh Ki Lembong, seorang maling.

Dia tumbuh besar dalam dunia hitam, menjadi pimpinan pencuri dan perampok. Tapi takdir besar menantinya.

Langkah Berdarah Menuju Tahta

Ken Arok pertama kali menandai ambisinya saat terlibat konflik dengan Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung.

Hasratnya semakin membara saat melihat Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, yang menurut para brahmana membawa "wahyu keprabon", pertanda siapa pun yang menikahinya akan menjadi raja.

Dengan bantuan keris sakti Mpu Gandring, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes.

Dari sinilah, Kerajaan Tumapel dideklarasikan sebagai Singosari pada 1222 M, dengan Ken Arok menyandang gelar Sri Rangga Rajasa Amurwabhumi.

Silsilah Berdarah: Konflik Keturunan dan Tragedi Takhta

Meskipun Ken Arok mendirikan Singosari, tahta justru dikuasai keturunan Ken Dedes dari suami sebelumnya, Tunggul Ametung. Berikut silsilah singkatnya:

1. Ken Arok (1222–1247 M)

2. Anusapati (1247–1249 M) – Anak Ken Dedes dan Tunggul Ametung. Membunuh ayah tirinya, Ken Arok, dengan keris Mpu Gandring.

3. Panji Tohjaya (1249–1250 M) – Anak Ken Arok dan Ken Umang. Memerintah singkat, digulingkan oleh cucu Tunggul Ametung.

4. Ranggawuni/Wishnuwarddhana (1250–1269 M) – Cucu Tunggul Ametung.

5. Sri Kertanagara (1269–1292 M) – Buyut Tunggul Ametung. Raja terakhir Singosari.

Perang, Pengkhianatan, dan Lahirnya Majapahit

Setelah Kertanegara gugur diserbu Jayakatwang, muncul tokoh Raden Wijaya.

Dia adalah keturunan keempat Ken Arok dan Ken Dedes, anak dari Dyah Lembu Tal bin Mahesa Cempaka bin Mahesa Wong Ateleng bin Ken Arok.

Raden Wijaya berhasil menumpas Jayakatwang dengan memanfaatkan pasukan Tartar dari Mongol, lalu mengkhianati mereka dan mendirikan Kerajaan Majapahit pada 1293 M.

Gelar Raden Wijaya: Kertarajasa Jayawardhana, menandai dimulainya kejayaan terbesar dalam sejarah Nusantara.

Fakta Menarik Ken Arok

Ken Arok bukan tokoh suci, bahkan bisa disebut sebagai anti-hero dalam sejarah Jawa.

Namun dari darah, dendam, dan nafsu kekuasaan yang ia jalani, lahirlah dua kerajaan besar: Singosari dan Majapahit.

Sejarah Indonesia pun tak bisa menghapus namanya dari daftar tokoh besar Nusantara. (*)

--------------------------------

Referensi Sejarah:

Kitab Pararaton (Kitab Raja-Raja)

Nagarakretagama oleh Empu Prapanca (warisan dunia UNESCO)

Penelitian arkeologi dan antropologi oleh Pusat Arkeologi Nasional

Warta Tradisi dan cerita rakyat Jawa Timur

Editor : Amin Fauzie
#singosari #Raden Wijaya #Sri Rangga Rajasa Amurwabhumi #sejarah nusantara #Ken Arok #Tunggul Ametung #leluhur para raja besar Majapahit #mpu gandring #Panjalu #silsilah #tokoh besar