Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Renovasi Masjid Agung Tuban dari Masa ke Masa: Terbaru, Tanpa Payung ala Masjid Nabawi

M. Afiqul Adib • Sabtu, 25 Januari 2025 | 23:36 WIB
Masjid Agung Tuban. Foto diambil Januari 2024.
Masjid Agung Tuban. Foto diambil Januari 2024.

RADARBONANG.ID - Masjid Agung Tuban, ikon kebanggaan kota Tuban yang selalu menarik perhatian, kembali bersolek melalui proses renovasi.

Kini, tampilannya menjadi lebih megah dan memukau, terutama saat malam hari.

Pancaran lampu-lampu yang menyinari masjid ini membuatnya tampak begitu indah, bahkan dari kejauhan.

Ada beberapa perubahan signifikan yang kini terlihat, salah satunya adalah hilangnya payung-payung ala Masjid Nabawi yang sebelumnya menghiasi halaman masjid.

Namun, renovasi bukanlah hal baru bagi Masjid Agung Tuban.

Sejak pertama kali dibangun, masjid ini telah melalui berbagai proses peremajaan besar-besaran yang dimulai sebelum era kolonial Belanda hingga masa kini.

Berikut perjalanan renovasi Masjid Agung Tuban dari masa ke masa:

Photo
Photo

1. Sebelum tahun 1880, Masjid Agung Tuban mengusung arsitektur khas Jawa dengan atap limas bertumpang.

Konstruksi masjid saat itu didominasi oleh bahan dasar kayu, seperti masjid tradisional lainnya.

Masjid ini dikelilingi pagar dan memiliki pintu masuk melalui gapura putih yang khas.

Dokumentasi masjid pada masa ini tersimpan sebagai koleksi Trapen Museum, diabadikan sebelum masjid direnovasi oleh arsitek Belanda.

Photo
Photo

2. Pada tahun 1894, masa Bupati R.T. Kusumodikdo, Masjid Agung Tuban mengalami renovasi besar.

Bahan kayu yang sebelumnya mendominasi digantikan oleh konstruksi beton.

Renovasi ini dirancang oleh H.M. Toxopeus dari B.O.W. dan menghasilkan arsitektur yang menyerupai Masjid Baiturrahman Aceh.

Bahkan, menurut J.E. Jasper, masjid ini menjadi yang pertama di Jawa dengan fasad model tersebut.

Foto Masjid Agung Tuban dari periode ini merupakan koleksi KITLV dan diabadikan pada tahun 1910.

Photo
Photo

3. Tahun 1987 menjadi saksi renovasi berikutnya di era Bupati Djoewahiri Marto Prawiro.

Bangunan masjid diperluas dengan penambahan struktur di sisi kanan dan kiri untuk mengakomodasi jumlah jamaah yang semakin meningkat.

Proyek ini selesai dan diresmikan oleh Trimarjono, Wakil Gubernur Jawa Timur, pada 21 April 1987.

Photo
Photo

4. Renovasi besar-besaran kembali dilakukan pada tahun 2006, di era Bupati Haeny Relawati Rini Widyastuti.

Transformasi ini menghadirkan wajah baru Masjid Agung Tuban yang lebih modern dan luas.

Bangunan lama hasil renovasi tahun 1894 dan 1987 tertutup oleh struktur baru, meski fasad lama di bagian depan tetap dipertahankan.

Renovasi ini rampung pada 2006 dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI saat itu, M. Jusuf Kalla.

Photo
Photo

Kini, di masa kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky, yang merupakan putra dari Haeny Relawati, Masjid Agung Tuban kembali direnovasi dengan menghadirkan sentuhan yang lebih kekinian.

Proses ini semakin mengukuhkan masjid sebagai simbol religius dan kebanggaan masyarakat Tuban.

Transformasi dari masa ke masa ini tidak hanya menambah estetika Masjid Agung Tuban, tetapi juga mencerminkan perjalanan sejarah yang panjang dan berharga.

Masjid ini terus menjadi saksi bisu perubahan zaman sekaligus tempat yang selalu dirindukan oleh masyarakat Tuban dan sekitarnya. (*)

Grafis oleh Sigit AP/JPRM
Grafis oleh Sigit AP/JPRM
Editor : Amin Fauzie
#foto #Masjid Agung Tuban #renovasi #dari Masa ke Masa