RADARBONANG.ID - Tuban, sebuah kota di pesisir utara Jawa Timur, menyimpan sejarah panjang yang sarat akan kisah.
Ya, Tuban bukan hanya sebuah kota, melainkan pusat peradaban yang mencerminkan interaksi budaya, perdagangan, dan kekuasaan di nusantara.
Jejak sejarahnya, mulai dari nama hingga perannya dalam politik dan ekonomi, menjadikan Tuban sebagai bagian penting dari mosaik sejarah Jawa Timur.
Inilah sejarah Tuban dari masa ke masa yang diambil dari berbagai sumber sejarah dan dokumen tradisional.
Sejarah Penuh Makna Nama Tuban
Nama Tuban memiliki makna mendalam yang mencerminkan sejarah dan budaya daerah ini.
Berawal dari istilah Jawa 'Metu Banyu' (keluar air), nama ini diabadikan oleh Raden Arya Dandang Wacana, seorang adipati yang menemukan mata air segar di hutan Papringan.
Menariknya, air ini tidak bergaram meskipun Tuban berada di kawasan pesisir. Keunikan inilah yang membuat Tuban istimewa di antara kota-kota pantai lainnya.
Jejak Kambang Putih: Pelabuhan Utama pada Abad Ke-11
Sebelum dikenal sebagai Tuban, kota ini disebut Kambang Putih.
Dalam catatan penulis Cina abad ke-11 hingga ke-15, Tuban dikenal sebagai salah satu pelabuhan besar di pesisir utara Jawa.
Saat itu, Tuban menjadi pusat perdagangan dengan penduduk multietnis, termasuk komunitas Tionghoa yang besar.
Dalam dokumen sejarah, Tuban disebut Duban atau Chumin, menggambarkan hubungan eratnya dengan jalur perdagangan internasional.
Namun, kejayaan ini mulai meredup sejak abad ke-16, ketika perairannya menjadi dangkal akibat endapan lumpur.
Kapal-kapal besar pun harus membuang sauh jauh dari pantai, menggeser peran strategis Tuban sebagai pelabuhan utama ke kota-kota seperti Gresik dan Surabaya.
Tuban dan Hubungan dengan Majapahit
Hubungan Tuban dengan Majapahit tak bisa diabaikan.
Ranggalawe, putra Raden Arya Dandang Wacana, dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah kerajaan.
Ia menjadi pahlawan dalam beberapa pertempuran, termasuk melawan Adipati Blambangan, Menak Jinggo.
Ranggalawe juga tercatat sebagai teman seperjuangan Raden Wijaya, pendiri Majapahit.
Hubungan ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Tuban dalam sejarah politik dan militer Jawa.
Era Demak: Tuban dalam Masa Transisi
Memasuki abad ke-16, Tuban berada di bawah kekuasaan Kerajaan Demak.
Kota ini tetap menjadi pusat pemerintahan dengan keraton megah dan pertahanan tangguh.
Salah satu raja Tuban yang terkenal adalah Pati Wira, seorang penguasa yang meskipun muslim, tetap menjaga hubungan baik dengan tradisi Hindu-Buddha.
Menurut catatan Tome Pires, Pati Wira bahkan menjalin hubungan dengan orang Portugis, langkah yang dianggap kontroversial pada masa itu.
Perpaduan Sejarah dan Budaya
Tuban adalah saksi perjalanan panjang sejarah Nusantara, dari pelabuhan internasional, keterlibatannya dalam perang, hingga masa transisi kerajaan.
Jejak-jejak masa lalu ini menjadikan Tuban bukan hanya sekadar kota, tetapi juga penjaga sejarah yang kaya akan makna.
Itulah sejarah singkat Tuban dari masa ke masa, sebuah proses perjalanan panjang yang mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah Nusantara yang harus terus dikenang. (*)