Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gua Bajul di Tuban. Simpan Peradaban Manusia Purba. Peneliti UGM Temukan Fosil dan Perahu Membatu

Dwi Setiyawan • Rabu, 6 Maret 2024 - 00:00 WIB
Gua Bajul di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Gua Bajul di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

TUBAN-Sebelum era 90-an, Gua Bajul begitu dikenal. Gua yang menempel pada salah satu tebing pegunungan kapur utara, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini tak hanya indah. Namun, juga menyimpan sejarah purbakala.

Dinamakan Gua Bajul karena ornamen di bagian mulut gua sekitarnya mirip kepala buaya.

Begitulah masyarakat sekitar memberi alasan penggunaan nama binatang reptil untuk nama gua tersebut.

Dari sudut pandang depan, pintu gua tersebut benar-benar mirip mulut buaya.

Bebatuan stalaktit- stalakmit yang menggantung dan menyembul dari atas serta bawah pintu gua menyerupai gigi tajam mulut buaya.

Tak hanya bentuknya. Warnanya pun khas kulit buaya.

Bagian atas pangkal mulut gua ini juga mirip dahi dan mata buaya.

Gua di kawasan kars selatan Tuban ini pernah jadi kajian paleoantropologi atau  ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia.

Agus Rahmadi, salah satu tokoh masyarakat desa setempat mengatakan, pada 1982, tim ilmuan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta menemukan fosil manusia purba dan binatang laut di dalam gua tersebut.

Dari temuan tersebut setidaknya bisa menjadi petunjuk sejarah bahwa di desanya sudah hidup peradaban kuno.

‘’Kalau tidak salah, hasil temuan tersebut tersimpan di Museum Kambang Putih,’’ kata dia.

Terkait keberadaan fosil laut jenis kerang-kerangan di dalam gua ini, lanjut Agus, setidaknya diperkirakan dulunya kawasan pegunungan Rengel adalah laut.

Hal lain yang bisa jadi petunjuk kuat kalau kawasan kars tersebut dulunya laut adalah keberadaan perahu di dalam Gua Bajul yang kondisinya sudah membantu.

‘’Beberapa warga yang pernah masuk, tahu itu,’’ imbuh pria lulusan SMAN 2 Tuban itu.

Agus lebih lanjut mengatakan, sebelum kaki pegunungan ditambang, Gua Bajul bisa dimasuki dengan cara merambat melalui kaki gunung.

Kaki gunung ini adalah satu-satunya akses jalan masuk. Setelah ditambang, tidak ada jalan lain untuk masuk gua. Itu karena kaki gunung menjadi curam. (*)

PEMAPARAN : Direktur UT Jember Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd, beri materi selama kegiatan OSMB dan PKBJJ berlangsung.
PEMAPARAN : Direktur UT Jember Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd, beri materi selama kegiatan OSMB dan PKBJJ berlangsung.
Striker andalan Lazio Ciro Immobile
Striker andalan Lazio Ciro Immobile
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#Gua Bajul #Perahu Membatu #fosil #Peradaban Manusia Purba