TUBAN-Generator Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Nglirip di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang diresmikan pada 1891 pernah dihidupkan kembali oleh warga sekitar setelah era kemerdekaan.
Generator yang digerakkan turbin dari limpahan Air Terjun Nglirip itu pun berhasil hidup.
Karena energi yang dihasilkan sangat kecil, listriknya hanya mampu mengaliri setrum di kawasan sekitar air terjun.
‘’Skalanya memang kecil. Hanya untuk lokasi sekitar saja. Yang pasti, percobaan itu sempat berhasil,’’ tutur Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Terjun Nglirip, Multazam Dawud.
Dia tak ingat persis waktu pengoperasian generator PLTA tersebut.
‘’Dulu sekali, saya sudah lupa,’’ ujar pria 46 tahun itu.
Multazam mengakui sejarah PLTA Nglirip benar-benar tenggelam. Referensinya juga sangat minim.
Begitu juga peninggalan bersejarahnya banyak yang hilang.
Dia menyampaikan, kalau saja sejarahnya berhasil ditelusuri, PLTA Nglirip bisa menjadi entitas sekaligus identitas baru bagi tempat wisata alam yang menghadirkan keindahan air terjun tersebut.
Dengan demikian, Air Terjun Nglirip tidak hanya dikenal dengan legenda dan mitos Putri Nglirip-nya saja, namun juga menjadi wisata budaya dan sejarah.
‘’Tentu, ini lebih memiliki nilai jual,’’ ujarnya. (*)