TUBAN-Sebelum kaki pegunungan kapur utara di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini ditambang, Gua Bajul sering dijadikan tempat rekreasi.
Kalau tidak naik ke punggung bukit, wisatawan bertahan di kaki bukit yang di bawahnya mengalir sungai berair jernih dari sumber air Brubulan.
Mata air ini berasal dari atas Gua Bajul. Jaraknya hanya sekitar 100 meter (m).
‘’Dulu, pegunung ini sering dijadikan hiking,’’ kata Anikmatun, warga desa setempat.
Kawasan pegunungan kapur di Plumpang ini menyimpan keindahan.
Di bawah kaki pegunungan ini jalannya berkelok dan meliuk-liuk seperti ular.
Pohon-pohon besar masih banyak dijumpai di kaki bukit dan jurangnya.
Pohon inilah yang tumbuh menjulang hingga ujungnya bisa dinikmati dari atas tebing dan jalan.
Selain Gua Bajul, di kawasan pegunungan ini juga terdapat Gua Langgar.
Posisi kedua gua yang menempel pada dua tebing pegunungan yang terpisah ini saling berhadapan.
Konon, masyarakat setempat memberi nama Gua Langgar karena di dalamnya terdapat lantai luas seperti tempat sholat.
Kedua gua ini berikut lingkungan di sekitarnya terancam rusak kalau aktivitas penambang tidak dihentikan.
Setelah menggerogoti kaki bukit, tidak tertutup kemungkinan alat berat penambang menghancurkan mata air dan dua gua ini. (*)