Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Naskah Serat Babad Tuban Beraksara Jawa diterbitkan Tan Khoen Swie di Kediri pada 1936

Dwi Setiyawan • Kamis, 29 Februari 2024 | 17:39 WIB

Sampul depan Serat Babad Tuban yang diterbitkan Tan Khoen Swie di Kediri pada 1936.
Sampul depan Serat Babad Tuban yang diterbitkan Tan Khoen Swie di Kediri pada 1936.


TUBAN- Naskah Serat Babad Tuban diterbitkan Tan Khoen Swie di Kediri pada 1936.

Kopi naskah kuno tersebut didapat pemerhati sejarah Tuban Teguh Fatchur Rozi.

Entah, bagaimana naskah bersejarah tersebut sampai jatuh ke tangan Tan Khoen Swie.

‘’Mimin mendapatkannya dalam bentuk PDF yang tertulis Serat Babad Tuban cetakan ke-III,’’ tulis Teguh pada akun Instagram-nya @Tuban_bercerita.

Dalam akun-nya, Teguh menyebut naskah tersebut tebalnya 30 halaman yang ditulis dengan aksara Jawa yang disisipi tulisan latin menggunakan bahasa Jawa ragam ngoko dan krama, dan berbentuk prosa.

Dia menulis, dulunya naskah tersebut dijual secara umum dengan harga f 0,45 (mata uang Belanda).

Pemuda lulusan sejarah peradaban Islam Uinsa Surabaya itu mengungkapkan, buku tersebut terdapat tanda tangan penerbit Tan Khoen Swie.

‘’Hal itu sangat penting untuk mengetahui itu buku asli atau bajakan, karena pada saat itu sudah marak buku bajakan,’’ tulis pemuda 26 tahun itu.

Teguh menyebut dalam Serat Babad Tuban memuat banyak informasi seputar cerita lisan yang dikumpulkan penulis.

Pokok pembahasan utamanya adalah menceritakan pemimpin yang berkuasa di Tuban, asal-usul Tuban, lokasi-lokasi pusat Kadipaten Tuban, dan makam wali-wali di Tuban.

Karena tulisan tersebut berbentuk babad, tulis Teguh, pasti ada kritik tertentu dalam tulisannya.

Pria yang kini mendalami pascasarjana pendidikan agama Islam Uinsatu Tulungagung itu menyampaikan identitas pujangga yang menulis Serat Babad Tuban tersebut, disembunyikan.

Tak hanya identitasnya yang belum terungkap. Teguh mengatakan, alasan penulis karya sastra tersebut memberi nama Serat dan Babad juga tidak disampaikan.
Menurut dia, seyogyanya nama tersebut memiliki arti yang berbeda.

Serat merupakan karya sastra yang berisi tentang ajaran-ajaran dari leluhur untuk sebuah kebaikan.

Sedangkan Babad merupakan sebagai sejarah lokal yang mengandung pengertian kisah kelampauan dari suatu masyarakat di wilayah geografi bertaraf lokal.

Sasarannya adalah asal-usul, pertumbuhan, dan perkembangan kelompok masyarakat setempat.

Judul babad ada yang berdasarkan nama tokoh cerita, nama tempat atau daerah, dan nama peristiwa.

Teguh juga menyampaikan, hingga sekarang, Serat Babad Tuban hanya dijumpai berbentuk cetakan saja. Sedangkan naskah asli dari tulisan tangan belum dijumpai.

Dia mengaku sudah berkali-kali menanyakan kepada senior-senior sejarawan di Tuban, namun mereka belum pernah menjumpainya. (*)

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#naskah bersejarah #Serat Babad Tuban #Tan Khoen Swie