TUBAN-Di era 60-an, wilayah pegunungan Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikenal sebagai basis persembunyian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pengikutnya.
Kasnawi, anggota Pertahanan Keamanan Desa (PKD) adalah salah satu saksi penumpasan pengikut faham komunis tersebut.
Kasnawi masih mengingat jelas insiden berdarah-darah yang dipicu dari pergolakan politik terburuk di tanah air tersebut.
‘’Di wilayah pegunungan Semanding inilah hampir semua anggota PKI di Tuban dan para pengikutnya bersembunyi,’’ tutur dia diwawancarai di rumahnya Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding.
Pertimbangan kawasan Semanding dijadikan sebagai salah satu basis persembunyian karena wilayahnya yang strategis.
Selain bergunung-gunung, wilayah pegunungan kapur di selatan Tuban ini juga bergua dan memiliki banyak lembah serta ceruk.
Karena dianggap daerah merah, warga yang tinggal di kawasan wilayah kecamatan setempat ini diminta membantu aparat keamanan untuk ikut menumpas anggota komunis yang bersembunyi di wilayah pegunungan.
Juga, dituntut mensterilkan wilayahnya dari anggota partai terlarang tersebut.
Ketika insiden tersebut terjadi, Kasnawi baru berusia belasan tahun dan baru duduk di Sekolah Teknis Negeri (STN), setingkat SMP.
Di usia yang masih belia, dia sudah diminta menjadi anggota PKD.
PKD adalah lembaga pertahanan sipil semacam hansip.
Tugasnya tidak hanya berjaga di kampung, kantor pemerintahan, dan kantor aparat keamanan, namun juga membantu aparat dalam operasi penumpasan PKI.
Di sela rutinitas sekolah, Kasnawi muda mendapat piket berjaga di pos kamling.
Dia juga beberapa kali dilibatkan aparat keamanan untuk mengikuti operasi penyisiran anggota PKI di pegunungan. (*)