TUBAN-Rumah yang pernah ditinggali keluarga Soegondo Djojopoespito di Tuban hingga sekarang belum diketahui.
Pegiat sejarah dan budayawan Tuban Widayaka memberi petunjuk awal sebagai bahan penelusuran tempat tinggal Soegondo.
Dia mengatakan, di masa kolonialisme, tempat tinggal Kromosardjono, ayah Soegondo yang bertugas sebagai penghulu sekaligus mantri juru tulis di Kota Tuban, kemungkinan di kompleks pemerintahan.
Di masa itu, kemungkinan pemerintahan Tuban masih menempati kadipaten lama di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.
''Tidak mungkin jauh-jauh dari situ,'' ujarnya. Posisi pusat pemerintahan kuno tersebut diperkirakan di kantor Desa Prunggahan Kulon.
Salah satu tetenger yang bisa dikaitkan dengan sejarah adalah terkait nama-nama daerah di sekitar kawasan Prunggahan Kulon.
Desa ini memiliki empat dusun. Yakni, Krajan, Tlogo, Jarum, Mojokopek, dan Tlogopule.
Pusat pemerintahan pemerintahan lama di Dusun Krajan.
Dusun ini memiliki empat nama dukuhan yang namanya sama persis dengan kawasan pemerintahan di Jawa pada umumnya.
Empat nama dukuhan tersebut, Dalem, Kauman, Prayudan, Princikan, dan Paduluh.
Biasanya, Dalem untuk menyebut nama kawasan tempat tinggal adipati dan punggawa pemerintahan.
Kawasan ini berada di timur kantor pemerintahan desa setempat.
Kauman adalah sanepo dari kawasan kaum beriman. Lokasinya di barat dari kantor pemerintah desa.
Kawasan ini biasanya dijadikan tempat tinggal kawasan pemuka agama. Sementara padukuhan lain di utara dan selatan. (*)
Editor : Amin Fauzie