Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Soegondo Djojopoespito, Pemuda Tuban Pimpin Sumpah Pemuda. Belum Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Dwi Setiyawan • Selasa, 6 Februari 2024 | 16:00 WIB
Soegondo Djojopoespito, perintis sekaligus pemimpin Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Soegondo Djojopoespito, perintis sekaligus pemimpin Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

TUBAN-Meski berkontribusi besar merintis sekaligus memimpin Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, Soegondo Djojopoespito belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemkab Tuban seharusnya prihatin dengan belum ditetapkannya salah satu putra terbaik Tuban tersebut sebagai pahlawan nasional.

''Ini adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Harus diupayakan. Daerah mengurus. Ajukan ke provinsi sampai ke pusat,'' tegas dia pada peringatan Sumpah Pemuda di Alun-Alun Tuban pada 28 Oktober 2021.

Khofifah mengungkapkan, Daerah Istimewa Yogyakarta pernah mengajukan Soegondo sebagai pahlawan nasional.

Namun, upaya tersebut gagal karena dokumennya belum lengkap.

Salah satu syarat yang belum terpenuhi adalah literatur.

Di Perpustakaan Daerah Tuban, literatur terkait sosok Soegondo Djojopoespito tak ditemukan.

Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (Dispersip) Tuban Susi Sulastri mengaku kesulitan mencari buku tokoh asli Tuban tersebut.

Menurutnya, dia sudah mencari, namun tidak menemukan.

''Kosong, barangkali adanya di Perpustakaan Jawa Timur,'' ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, Susi menyampaikan pihaknya segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan perpustakaan provinsi untuk mendapatkannya.

Budayawan Tuban Widayaka mengatakan, Soegondo sangat layak menjadi pahlawan nasional.

Itu karena dia adalah pemimpin kongres.

‘’Rasanya cukup aneh jika sampai saat ini dia belum masuk daftar pahlawan nasional,’’ ujarnya.

Apalagi, peserta kongres seperti W. R. Soepratman, pelantun lagu Indonesia Raya dan M. Yamin, instruktur pembaca Sumpah Pemuda sudah menjadi pahlawan nasional.

Dia menyampaikan, W.R. Soepratman dan M. Yamin menjadi pahlawan nasional karena peran Soegondo juga.

''Dia pemimpinnya. Peserta kongres justru sudah, pemimpinnya malah belum. Itu kan ganjil sekali,'' tutur pria lulusan Universitas Gadjah Mada Yogjakarta itu.

Widayaka mengutarakan, peran Soegondo sangat krusial dalam kongres yang menjadi cikal bakal kemerdekaan Indonesia.

Analoginya, Indonesia tidak akan ada tanpa Jawa. Jawa tak akan ada tanpa Tuban.

''Tuban ya Soegondo Djojopoespito itu,'' tegasnya.

Ahli dramaturgi itu mengungkapkan, dari Soegondo masyarakat Tuban seharusnya lebih percaya diri.

Tokoh Soegondo itu merupakan salah satu pengukuhan bahwa darah dan jiwa Tuban sarat dengan kepemimpinan dan ketangguhan. (*)

GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)
GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)
Editor : Amin Fauzie
#Soegondo Djojopoespito #kongres #Sumpah Pemuda #pahlawan nasional