Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Soegondo Djojopoespito, Pemuda Tuban Pimpin Sumpah Pemuda. Anak Penghulu Sekaligus Mantri Juru Tulis

Dwi Setiyawan • Sabtu, 3 Februari 2024 | 17:00 WIB

Soegondo Djojopoespito
Soegondo Djojopoespito


TUBAN-Merujuk buku Soegondo Djojopoespito: Hasil Karya dan Pengabdiannya karya Sri Sutjianingsih, tertulis Soegondo Djojopoespito lahir di Tuban pada 22 Februari 1905.

Dia merupakan anak seorang penghulu sekaligus mantri juru tulis di Kota Tuban.

Soegondo kecil tumbuh dewasa tanpa sosok ibu. Itu setelah ibundanya meninggal dunia karena sakit.

Setelah ibunya meninggal, Kromosardjono, bapak Soegondo menikah lagi.

Bersama istri barunya, Kromosardjono pindah ke Brebes, Jawa Tengah.

Di tempat tinggal yang baru itu, Kromosardjono menjabat lurah.

Ketika bapaknya pindah Brebes, Soegondo dan Soenarjati, adik kandungnya ikut pamannya yang bernama Hadisewojo, seorang collecteur atau juru tagih pajak di Blora.

Karena Hadisewojo tidak punya anak, Soegondo kemudian diadopsi.

Hadisewojo, memiliki jasa besar bagi Soegondo.

Sebab, dia yang menyekolahkan Soegondo sejak lulus hollandsch-inlandsche school (HIS) Tuban (setingkat sekolah dasar) hingga rechtshoogeschool (RHS) Batavia (Sekolah Tinggi Hukum) di Batavia.

Pendidikan sekolah Soegondo di HIS Tuban berlangsung pada 1911-1918.

Setelah lulus HIS, dia meneruskan sekolah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Surabaya, setingkat sekolah menengah pertama hingga 1922.

Di Surabaya, pamannya menitipkan di rumah Haji Oemar Said Cokroaminoto  bersama  Soekarno.

Setelah lulus MULO, Soegondo melanjutkan sekolah ke Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta hingga 1925.

Di Yogyakarta, Soegondo dititipkan pamannya di rumah Ki Hadjar Dewantara yang lokasinya berada di Lempoejangan Stationweg (sekarang Jalan Gajah Mada), sebelah barat Pura Paku Alam, Kota Yogyakarta.

Setelah lulus AMS, Soegondo menempuh kuliah di Rechtshoogeschool te Batavia   (cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia) dengan biaya dari pamannya, namun tidak sampai lulus.

Selain karena pamannya meninggal, beasiswanya juga dicabut karena Soegondo aktif dalam kegiatan politik menentang Belanda. (*)

Latar Belakang Pendidikan
- HIS Tuban 1911--1918
- MULO Surabaya 1919--1922
- AMS Jogyakarta 1922--1925
- RHS Batavia 1925-- Mengundurkan Diri

Dekat dengan Para Pelopor
- H.O.S Cokroaminoto dan Soekarno (ketika di Surabaya)
- Ki Hajar Dewantara (ketika di Yogyakarta)

Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#Soegondo Djojopoespito