Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenang Jalur KA di Tuban. Sebelum Jalur Jatirogo Ditutup pada 2001, Hanya untuk Mengangkut Eksploitasi Pasir Kuarsa

Dwi Setiyawan • Sabtu, 20 Januari 2024 | 17:00 WIB

Bekas jembatan kereta api di wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Bekas jembatan kereta api di wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

 
TUBAN- Buku berjudul Spoor en Tramwegen karya Reitsma mengupas sejarah perkeretaapian di Tuban, Jawa Timur.

Sebelum jalur kereta api (KA) Jatirogo ditutup pada 2001, pada buku tersebut ditulis Stasiun Jatirogo berikut jalur kereta apinya dibangun untuk mendukung kegiatan eksploitasi pasir kuarsa di Jatirogo.

Diwawancarai pada 12 Desember 2021, Suwarsono, salah satu saksi sejarah, mengungkapkan, selama beroperasi, jalur Jatirogo didominasi mengangkut pasir kuarsa.

‘’Jalur ini dibuka untuk memfasilitasi aktivitas pertambangan pasir kuarsa,’’ tutur pensiunan pegawai KA di Stasiun Jatirogo itu.

Dia mengatakan, salah satu daerah pertambangan pasir kuarsa tersebut berlokasi di perbukitan dekat Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo.

Juga daerah-daerah sekitarnya (Pegunungan Kendeng Utara, Red) termasuk wilayah Rembang bagian timur.

Sejak bertugas di Stasiun Jatirogo, pria asal Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu melihat aktivitas kereta barang di jalur pendek yang luar biasa sibuknya.

Dia menceritakan, dari lima perjalanan kereta di jalur pendek tersebut, sehari bisa empat kali pulang-pergi (PP) kereta pengangkut pasir kuarsa.

Sedang kereta penumpang hanya satu kali PP.

Suwarsono juga mengungkapkan, kereta yang kala itu sudah bermesin diesel aktif beroperasi setiap hari, mulai subuh hingga maghrib.

''Kalau ada kejadian tertentu, kadang juga sampai tengah malam,'' ujarnya. 

Kejadian tertentu tersebut salah satunya adalah kerusakan mesin atau bongkar muat yang isinya kelewat banyak.

Pria lulusan Sekolah Teknik Juwana itu melanjutkan, tempat penampungan sementara pasir kuarsa hasil pertambangan di Ngepon dan di sekitarnya berlokasi di bekas depo kereta yang lama. Tepatnya, di barat Stasiun Jatirogo.

''Dulu, saking banyaknya, di tempat ini pasir kuarsa sampai membentuk bukit atau pegunungan kecil,'' beber pria kelahiran 1955 itu.

Sebagian hasil tambang yang ditampung di Stasiun Jatirogo, lanjut dia, dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri semen di Jateng.

Suwarsono menerangkan, kereta dari Jatirogo mengirim pasir kuarsa ke Bojonegoro.

Dari Stasiun Bojonegoro, pasir kuarsa tersebut dikirim ke Cilacap menggunakan kereta yang lebih besar.

''Jalannya memang memutar. Tidak bisa melalui jalur Jatirogo--Rembang--Semarang karena kondisi geografisnya curam dan menanjak,'' jelasnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#sejarah perkeretaapian di Tuban #Stasiun Jatirogo #mengangkut pasir kuarsa