Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Lonceng Kuno Peninggalan Belanda di Mapolres Tuban. Diproduksi Gudang Senjata Militer pada 1841

Dwi Setiyawan • Senin, 15 Januari 2024 | 18:00 WIB

Lonceng peninggalan Belanda digantung di timur gedung utama Polres Tuban yang dipotret pada 30 Maret 2011.
Lonceng peninggalan Belanda digantung di timur gedung utama Polres Tuban yang dipotret pada 30 Maret 2011.


TUBAN-Sebuah lonceng kuno peninggalan Belanda dipajang di timur gedung utama Mapolres Tuban, Jawa Timur sebelum 2011.

Tak banyak yang tahu kalau lonceng tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Tak ada perlakuan khusus terhadap alat pencipta bunyi tersebut.

Pada 2011, lonceng kuno peninggalan Belanda yang dicat coklat tersebut digantung pada sebuah pipa yang disangga dua tiang besi.

Tidak ada atap yang menaungi, kecuali rindangnya pohon mangga. Relief yang terpahat pada pangkal lonceng bertuliskan Fabriek Voor Marine En Stoomwezen Soerabaja-1859.

Buku berjudul Nahdlatut Tujjar karya Jaringan Komisi Fatwa (Jarkom Fatwa) Surabaya mengupas detail seputar produsen lonceng tersebut.

Fabriek Voor Marine En Stoomwezen adalah gudang senjata militer khusus yang menjadi bagian dari pabrik Angkatan Laut di Surabaya.

Pabrik ini didirikan pada 1841 oleh perusahaan teknis swasta yang dipimpin F. J. H. Baijer, seorang mantan manajer gudang senjata pemerintah.

Pada 1844, pabrik ini digadaikan pada pemerintah dan kemudian diubah fungsi menjadi bagian pusat toko ketel uap AL.

Dari tulisan tersebut, diperkirakan lonceng itu diproduksi pada 1859 atau 165 tahun silam.

Lonceng dengan berat sekitar 2 kuintal tersebut tingginya lebih kurang satu meter. Lubang bawahnya berdiameter sekitar 60cm.

Karena termakan usia, lonceng berbahan perunggu campuran baja tersebut sudah tak utuh. Salah satu sisinya cuil. Sementara bagian lainnya retak.

Diwawancarai pada 30 Maret 2011, Aiptu Harsono, staf Sarana Prasarana Polres Tuban mengatakan, lonceng kuno peninggalan Belanda tersebut dulunya pernah dioperasikan ketika Polres Tuban masih menempati gedung lamanya di Jalan Veteran.

Gedung tersebut sekarang ditempati BRI Cabang Tuban.

Waktu itu, pengoperasian lonceng kuno tersebut untuk penanda jam dan panggilan apel.

‘’Suaranya mantap dan menggaung keras,’’ kata dia yang masih mengingat saat menabuh setiap piket.

Polisi senior itu mengaku tak tahu sejarah lonceng kuno peninggalan Belanda tersebut. Begitu juga latar belakangnya.

Polisi senior lain, Aiptu Asyari menambahkan, di gedung lama Polres Tuban, lonceng tersebut digantung di dekat penjagaan.

‘’Ketika Polres Tuban boyongan dari gedung lama ke gedung baru di Jalan Wahidin Sudiro Husodo pada 1987, lonceng ini ikut dibawa,’’ ujarnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#sejarah #mapolres tuban #Fabriek Voor Marine En Stoomwezen Soerabaja 1859 #lonceng kuno peninggalan Belanda #alat pencipta bunyi