TUBAN- Mahdi Mukti, jemaah haji Tuban yang berangkat dengan kapal laut pada 1957 mengungkapkan, pada era tersebut, jemaah haji harus memenuhi kebutuhan makannya dengan memasak sendiri.
Karena itu, begitu turun dari Kapal MS. Bau Masepe I yang mengangkutnya bersama 56 jemaah haji lain dari Tuban, jemaah haji langsung mendapat sekara dari Panitia Haji Indonesia (PHI).
Sekara adalah sebuah kotak kayu kas berukuran 60x60cm persegi berisi bekal hidup jamaah selama di Tanah Suci. Isinya, beras, kerupuk, kopi, gula, dan minyak goreng.