RADARBONANG.ID - Peradaban manusia di berbagai belahan dunia telah berkembang sejak ribuan tahun lalu, mulai dari wilayah Timur Tengah hingga Asia Timur.
Di tengah deretan peradaban kuno dunia tersebut, Nusantara ternyata juga memiliki jejak sejarah panjang yang tidak kalah tua.
Banyak orang mengenal Majapahit sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Kerajaan ini berdiri pada tahun 1293 M dan mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14.
Namun, jauh sebelum Majapahit muncul, wilayah Nusantara sudah lebih dulu dihuni oleh sejumlah kerajaan kuno yang menjadi fondasi awal terbentuknya peradaban di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan telah berdiri sejak abad ke-4 Masehi.
Berikut lima kerajaan tertua di Indonesia yang tercatat dalam berbagai sumber sejarah.
1. Kutai, Kerajaan Tertua di Nusantara
Kerajaan tertua yang banyak diakui para sejarawan adalah Kutai Martadipura.
Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-4 hingga ke-5 Masehi di wilayah tepian Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Kutai dikenal sebagai kerajaan bercorak Hindu yang meninggalkan sejumlah prasasti batu yang disebut Yupa.
Prasasti tersebut menceritakan tentang raja terkenal Mulawarman, yang dikenal sebagai penguasa dermawan.
Dalam salah satu Yupa disebutkan ia memberikan sedekah besar kepada para brahmana.
Temuan prasasti inilah yang menjadi bukti kuat bahwa Kutai merupakan kerajaan tertua yang pernah berdiri di wilayah Indonesia.
2. Tarumanegara, Kekuatan Hindu di Jawa Barat
Kerajaan kuno berikutnya adalah Tarumanegara, yang berkembang di wilayah Jawa Barat sekitar abad ke-4 hingga ke-5 M.
Tarumanegara dikenal melalui sejumlah prasasti batu yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu yang paling terkenal adalah Prasasti Ciaruteun.
Prasasti tersebut memuat jejak telapak kaki raja yang diyakini sebagai simbol kekuasaan penguasa Tarumanegara.
Kerajaan ini juga dikenal memiliki hubungan perdagangan dengan wilayah India.
3. Salakanagara, Kerajaan Misterius yang Diperdebatkan
Nama Salakanagara sering muncul dalam berbagai naskah kuno sebagai kerajaan paling tua di Nusantara.
Beberapa sumber seperti naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa menyebutkan kerajaan ini berdiri sekitar tahun 130 hingga 362 Masehi di wilayah Jawa Barat.
Namun, keberadaan Salakanagara masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.
Hingga kini bukti arkeologisnya belum ditemukan secara pasti, sehingga sebagian ahli sejarah menilai kisah kerajaan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
4. Kalingga, Kerajaan yang Dipimpin Ratu Legendaris
Pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, muncul kerajaan Kalingga yang terletak di wilayah Jawa Tengah.
Kerajaan ini dikenal luas karena dipimpin oleh penguasa perempuan yang sangat dihormati, yaitu Ratu Shima.
Dalam berbagai catatan sejarah, Ratu Shima dikenal sebagai pemimpin yang sangat tegas dalam menegakkan hukum.
Salah satu kisah terkenal menyebutkan ia pernah menghukum anggota keluarganya sendiri karena melanggar aturan kerajaan.
5. Sriwijaya, Penguasa Jalur Perdagangan Asia
Kerajaan besar berikutnya adalah Sriwijaya, yang berkembang sekitar abad ke-7 M.
Berpusat di wilayah Sumatera, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang menguasai jalur perdagangan penting di Asia Tenggara.
Pengaruhnya bahkan menjangkau wilayah Semenanjung Melayu hingga sebagian Thailand.
Selain pusat perdagangan, Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Buddha yang didatangi banyak pelajar dari berbagai wilayah Asia.
Nusantara, Persimpangan Peradaban Dunia
Sejarah panjang kerajaan-kerajaan tersebut menunjukkan bahwa Nusantara bukan sekadar wilayah kepulauan biasa.
Sejak berabad-abad lalu, wilayah ini sudah menjadi bagian penting dari jalur perdagangan, budaya, dan penyebaran agama di Asia.
Dari Kutai di Kalimantan, Tarumanegara di Jawa Barat, hingga Sriwijaya di Sumatera, jejak peradaban itu membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki tradisi politik, ekonomi, dan budaya yang kuat jauh sebelum lahirnya kerajaan besar seperti Majapahit.
Artinya, ketika dunia mengenal peradaban kuno di Timur Tengah, India, hingga Tiongkok, Nusantara pun sebenarnya telah memiliki sejarah panjang yang tak kalah penting dalam peta peradaban dunia. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah