TUBAN-Mengapa satu-satunya museum yang dimiliki Kabupaten Tuban, Jawa Timur diberi nama Kambang Putih?
Pendirian Museum Kambang Putih didasarkan surat keputusan (SK) Bupati Tuban Nomor 22 Tahun 1984 tertanggal 4 Januari 1984.
Pemberian nama Kambang Putih dikaitkan dengan Prasasti Kambang Putih yang ditemukan di Tuban.
Sekarang, prasasti tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Sebelum menempati gedung di Jalan KH Mustain, Museum Kambang Putih berlokasi di Pendapa Krido Manunggal Tuban, kompleks rumah dinas bupati selama 12 tahun. Persisnya mulai 1984 hingga 1996.
Selama menempati kompleks pendapa, Museum Kambang Putih kurang populer dan jarang dikunjungi masyarakat. Itu karena letaknya yang berada di kawasan steril tersebut.
Atas inisiatif Seowardjan, kasi kebudayaan sekaligus Plh kepala museum pada 1996, museum dipindahkan ke tempat yang lebih strategis.
Yakni, di bekas kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban, Jalan KH Mustain.
Lokasi kantor ini berada di ujung pertemuan Jalan RA Kartini dan Jalan Sunan Bonang.
Gedung yang berlokasi di kompleks pintu masuk makam Sunan Bonang Tuban tersebut dikenal dengan nama Kamar Bola.
Penggunaan gedung baru untuk museum Kambang Putih tersebut diresmikan Gubernur Jatim Basofi Sudirman pada 15 Januari 1996. (*)