Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jangkar Kapal Kuno Bertebaran di Pesisir Tuban. Pencuri pun Berburu Harta Karun

Dwi Setiyawan • Jumat, 29 Desember 2023 | 15:00 WIB

Dua jangkar berukuran raksasa yang disita Mapolres Tuban dari penyelam yang berburu di perairan laut Tuban pada 4 Mei 2010.
Dua jangkar berukuran raksasa yang disita Mapolres Tuban dari penyelam yang berburu di perairan laut Tuban pada 4 Mei 2010.


TUBAN-Sebagai Kota Pelabuhan pada sekitar 1000 masehi, di dasar perairan laut Tuban, Jawa Timur bertebaran perlengkapan kapal dan barang-barang yang diangkut.

Harta karun inilah yang menjadi salah satu sasaran penjarahan.

Pada 4 Mei 2010, Polairud mengamankan penjarah yang menyelami sebuah bangkai kapal yang tenggelam di perairan laut Tuban.

Bagian Perlindungan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Wijaksono Dwi Nugroho memerkirakan barang-barang yang dijarah masuk kategori cagar budaya.

Hal tersebut berdasar keterangan salah satu penyelam yang menerangkan bahwa lambung kapal yang dijarah tersebut bertuliskan Japan atau Jepang.

‘’Itu berarti sangat mungkin kapal tersebut adalah kapal perang atau kapal niaga Jepang yang tenggelam,’’ terangnya.

Untuk memastikan barang-barang yang dijarah, termasuk dua jangkar sebagai benda cagar budaya, kata dia, BP3 Trowulan harus konfirmasi dengan Direktorat Bawah Air (DBA) Jakarta.

Selain DBA, BP3 harus konfirmasi dengan Balai Arkeolog Jogjakarta untuk meneliti fisik jangkar.

Wijaksono menerangkan, DBA memilik data akurat terkait ordinat tenggelamnya kapal-kapal perang maupun dagang di seluruh perairan Indonesia. Termasuk di Laut Jawa.

‘’Dengan menyebut titik ordinat tenggelamnya kapal tersebut, mereka sudah mengetahui nama kapal dan tahun tenggelamnya,’’ terangnya.

Dari pemeriksaan terhadap penyelam, kata dia, diperkirakan posisi kapal berjarak sekitar 8 mil dari pantai.

Dari hasil penyelaman, para penjarah tidak hanya mengangkat dua jangkar raksasa. Mereka juga mengangkat pipa dan pelat besi.

Untuk menyelami bangkai kapal tenggelam, para penjarah menggunakan kompresor.

Peranti inilah yang terhubung dengan selang yang dipakai napas para penyelam di dasar laut. (*)

Editor : Amin Fauzie
#penyelam #laut jawa #jangkar #cagar budaya #Kota Pelabuhan #jangkar raksasa #bangkai kapal #tuban #kapal #harta karun