Makan Bergizi Gratis (MBG), program yang diusung pemerintahan Prabowo–Gibran, bertujuan untuk mengatasi masalah stunting (tengkes) dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia.
Program ini direncanakan mencakup lebih dari 80 juta penerima manfaat, termasuk siswa dari tingkat PAUD hingga SMA/sederajat serta ibu hamil, dengan estimasi anggaran mencapai Rp1,2 triliun per hari atau lebih dari Rp350 triliun per tahun.
Anggaran sefantastis itu menempatkan MBG sebagai salah satu program dengan alokasi terbesar dalam sejarah APBN Indonesia.
Keuntungan Para Elit Politik
Meski program MBG memiliki tujuan mulia, program ini dinilai lebih menguntungkan segelintir orang, utamanya elit politik. Sebab, hanya mereka yang memiliki relasi kuasa dan modal besar yang bisa mengelola program dengan keuntungan ratusan juta per bulan.
*) Kumaidi adalah Dosen PBSI Unirow Tuban.
---------------------------------------
Tulisan ini telah dimuat di rubrik Opini Jawa Pos Radar Tuban edisi Minggu, 28 September 2025, dengan judul yang sama: Jujur, Program MBG Menguntungkan Siapa?