Amalan dari Mbah Moen agar Terhindar dari Utang dan Diberi Kecukupan Rezeki, Dibaca Rutin Setelah Subuh dan Maghrib

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 23:16 WIB
Banyak orang mencari amalan untuk memohon kelapangan rezeki dan dijauhkan dari lilitan utang. Mbah Moen pernah mengijazahkan sebuah wirid yang diamalkan setelah salat Subuh dan Maghrib. (wikipedia)
Banyak orang mencari amalan untuk memohon kelapangan rezeki dan dijauhkan dari lilitan utang. Mbah Moen pernah mengijazahkan sebuah wirid yang diamalkan setelah salat Subuh dan Maghrib. (wikipedia)

RADARBONAG.ID – Setiap orang tentu berharap diberikan rezeki yang halal, berkah, serta dijauhkan dari kesulitan ekonomi, termasuk terlilit utang.

Selain berikhtiar melalui kerja keras dan pengelolaan keuangan yang baik, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan wirid sebagai bentuk ikhtiar spiritual.

Salah satu amalan yang cukup dikenal berasal dari almarhum KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

Ulama kharismatik asal Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu diketahui pernah mengijazahkan sebuah wirid kepada salah seorang santri seniornya, KH Izzuddin Abdussalam, sebagai amalan untuk memohon kecukupan rezeki sekaligus dijauhkan dari lilitan utang.

Amalan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat luas melalui tayangan NU Online dan kembali dipublikasikan oleh sejumlah media agar bisa diamalkan oleh siapa saja dengan niat yang baik.

Baca Juga: 20 Tahun Hidup Berdampingan dengan Tambang, Warga Rantau Bakula Mengaku Kehilangan Air Bersih hingga Lahan Pertanian Rusak

Diamalkan Sejak Usia Muda hingga Puluhan Tahun

Dalam penuturannya, KH Izzuddin mengaku menerima ijazah wirid tersebut langsung dari Mbah Moen ketika masih muda.

Ia mengatakan telah mengamalkan wirid itu sejak usia sekitar 20 tahun dan terus melaksanakannya hingga memasuki usia lanjut.

Menurut pengalamannya, selama menjalankan amalan tersebut ia merasakan kecukupan rezeki dalam kehidupan keluarga meski tidak memiliki sawah maupun aset besar.

Ia juga mengaku tidak pernah terjerat utang selama menjalani kehidupan rumah tangga. Pernyataan itu merupakan pengalaman pribadi KH Izzuddin dan dipandang sebagai kesaksian, bukan jaminan bahwa setiap orang akan memperoleh hasil yang sama.

Bacaan Wirid yang Diijazahkan Mbah Moen

Wirid ini dianjurkan dibaca setiap selesai salat Subuh dan salat Maghrib dengan urutan sebagai berikut:

1. Ya Lathif (يَا لَطِيْفُ)

Dibaca sebanyak 129 kali.

2. Potongan Surah Asy-Syura Ayat 19

اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ

Dibaca sebanyak 9 kali.

3. Selawat kepada Nabi Muhammad SAW

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Dibaca 1 kali.

4. Doa Memohon Kelapangan Rezeki

Doa yang diajarkan Mbah Moen dibaca 1 kali setelah rangkaian wirid tersebut sebagai permohonan agar Allah SWT melapangkan rezeki, menjaga kehormatan diri, dan menjauhkan dari meminta-minta kepada selain-Nya.

Rezeki Tetap Harus Dibarengi Ikhtiar

Dalam ajaran Islam, doa dan wirid merupakan bagian dari ikhtiar batin yang melengkapi usaha lahir.

Karena itu, amalan yang diijazahkan Mbah Moen tidak dimaksudkan sebagai jalan pintas untuk memperoleh kekayaan atau menghapus utang secara instan.

Seseorang tetap dituntut bekerja dengan sungguh-sungguh, mencari rezeki yang halal, hidup sederhana, serta memenuhi kewajiban membayar utang apabila memilikinya.

Doa menjadi bentuk pengharapan kepada Allah SWT agar setiap usaha yang dilakukan memperoleh keberkahan dan kemudahan.

Pentingnya Menjaga Hubungan dengan Ulama

Selain membagikan wirid tersebut, KH Izzuddin juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan para guru dan ulama.

Baca Juga: Usai Album Baru dan Tur Festival, Jennie BLACKPINK Pilih Hiatus demi Pulihkan Energi

Menurutnya, kedekatan dengan ulama menjadi salah satu jalan memperoleh keberkahan dalam kehidupan.

Ia mengibaratkan sowan kepada guru seperti mengisi ulang energi spiritual yang mampu memperkuat keimanan dan semangat menjalani kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga dari rasa cukup, ketenangan hati, serta kemudahan dalam menjalani berbagai urusan.

Pada akhirnya, amalan yang diajarkan Mbah Moen dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual bagi umat Islam. Namun, hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT.

Karena itu, doa sebaiknya selalu dibarengi dengan kerja keras, kejujuran, pengelolaan keuangan yang bijak, serta tawakal kepada-Nya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : liputan6.com
amalan Mbah Moen doa pelunas utang wirid pembuka rezeki KH Maimoen Zubair doa setelah Subuh