Mengenal Siapa Asmoroqondi, Tokoh yang Diyakini sebagai Leluhur Sunan Bonang Bermakam di Palang Tuban

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:14 WIB
Mengenal Syekh Asmoroqondi, ulama yang diyakini menjadi leluhur Sunan Bonang, berikut sejarah, silsilah, dan fakta yang berkembang di masyarakat. (Radar Bonang)
Mengenal Syekh Asmoroqondi, ulama yang diyakini menjadi leluhur Sunan Bonang, berikut sejarah, silsilah, dan fakta yang berkembang di masyarakat. (Radar Bonang)

RADARBONANG – Nama Syekh Asmoroqondi tidak asing bagi masyarakat Tuban.

Tokoh yang diyakini sebagai salah satu penyebar Islam pada masa awal di tanah Jawa ini memiliki hubungan erat dengan sejarah Wali Songo, khususnya Sunan Bonang.

Tak heran jika makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Tuban kerap menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah.

Dalam tradisi Islam Jawa, Syekh Asmoroqondi dikenal sebagai seorang ulama yang berasal dari Samarkand, sebuah kota tua yang kini berada di Uzbekistan. Nama Asmoroqondi dipercaya berasal dari penyebutan "As-Samarqandi", yang berarti seseorang yang berasal dari Samarkand.

Baca Juga: Kalpataru Sunan Bonang Mulai Rapuh: Masterpiece Museum Kambang Putih Tuban Butuh Penyelamatan!

Sejumlah naskah babad dan silsilah Wali Songo menyebut Syekh Asmoroqondi sebagai leluhur beberapa tokoh penting penyebar Islam di Nusantara. Salah satu silsilah yang paling dikenal menyebutkan bahwa dia merupakan ayah dari Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Dari garis keturunan inilah kemudian lahir Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam menyebarkan Islam di pesisir utara Jawa.

Dengan demikian, menurut silsilah yang berkembang di masyarakat, hubungan Syekh Asmoroqondi dengan Sunan Bonang adalah sebagai kakek. Sementara Sunan Bonang sendiri dikenal sebagai putra Sunan Ampel yang kemudian mendirikan pusat dakwah di Tuban dan dimakamkan di kota tersebut.

Meski demikian, hubungan kekerabatan tersebut masih menjadi bahan kajian para sejarawan. Sebab, sebagian besar sumber yang menjelaskan silsilah para wali berasal dari babad, hikayat, maupun tradisi lisan yang ditulis beberapa abad setelah masa kehidupan para tokoh tersebut.

Hingga kini belum ditemukan dokumen primer atau bukti arkeologis yang mampu memastikan secara mutlak identitas maupun garis keturunan Syekh Asmoroqondi.

Karena itu, para akademisi umumnya membedakan antara fakta sejarah yang telah terverifikasi dengan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Tradisi tersebut tetap memiliki nilai penting sebagai warisan budaya dan bagian dari sejarah penyebaran Islam di Jawa, meskipun masih memerlukan penguatan dari hasil penelitian ilmiah.

Di Tuban, makam yang dipercaya sebagai makam Syekh Asmoroqondi menjadi salah satu destinasi wisata religi selain makam Sunan Bonang.

Banyak peziarah datang di Desa Tasikharjo, Kecamatan Palang untuk berdoa sekaligus mengenang jasa para ulama yang diyakini berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Baca Juga: Bumi Wali FC Tuban Siapkan Diri untuk Tampil di Liga 4 2025, Laskar Sunan Bonang Ini Berbenah Diam-Diam

Hubungannya dengan Sunan Bonang

Hubungan Asmoroqondi dengan Sunan Bonang adalah hubungan kakek-buyut (leluhur).

Silsilah yang umum digunakan adalah:

Syekh Asmoroqondi

Sunan Ampel (Raden Rahmat) (menurut tradisi yang menyebut beliau putra Asmoroqondi)

Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)

Artinya, bila mengikuti silsilah tersebut, Asmoroqondi adalah kakek dari Sunan Bonang.

Mengapa ada makam Asmoroqondi di Tuban?

Di Kabupaten Tuban terdapat sebuah makam yang oleh masyarakat diyakini sebagai makam Syekh Asmoroqondi. Makam ini menjadi salah satu tujuan ziarah religi, meski tidak setenar makam Makam Sunan Bonang.

Keberadaan makam tersebut merupakan bagian dari tradisi lokal yang telah berlangsung lama.

Akan tetapi, dari sisi kajian sejarah, belum ada bukti arkeologis maupun dokumen primer yang secara pasti mengonfirmasi bahwa tokoh yang dimakamkan di sana benar-benar Syekh Asmoroqondi dari Samarkand.

Karena itu, para sejarawan biasanya membedakan antara tradisi masyarakat dan fakta sejarah yang telah terverifikasi.

Kesimpulannya

Dalam tradisi Islam Jawa yang paling populer:

Terlepas dari berbagai perbedaan pendapat mengenai silsilahnya, nama Syekh Asmoroqondi tetap menempati posisi penting dalam khazanah sejarah Islam di Jawa.

Kisahnya terus diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi religi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tuban. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Bonang
Asmoroqondi palang makam Sunan Bonang tuban