Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ustaz Maulana Ungkap Rahasia Hidup Berkah, dari Kekuatan Proses hingga Doa di Setiap Langkah

Jeny Tri Kurnia Putri • Minggu, 19 April 2026 | 14:58 WIB
Hidup bukan tentang cepat sampai, tapi tentang kuat menjalani proses. (Sumber: Radar Mojokerto)
Hidup bukan tentang cepat sampai, tapi tentang kuat menjalani proses. (Sumber: Radar Mojokerto)

 

RADARBONANG.ID – Di tengah gaya hidup serba instan, banyak orang mulai melupakan pentingnya proses dalam menjalani kehidupan.

Padahal, sesuatu yang diraih tanpa perjuangan sering kali tidak bertahan lama. 

Pesan inilah yang disampaikan oleh Muhammad Nur Maulana atau yang akrab dikenal sebagai Ustaz Maulana dalam perbincangan di kanal C8 Podcast.

Dalam dialog santai bersama Ivan Gunawan, ia menekankan bahwa keberkahan hidup tidak hanya datang dari hasil, tetapi dari bagaimana seseorang menjalani proses dengan sabar, ikhlas, dan penuh doa.

Baca Juga: Dua Balita di Surabaya Terjebak 1,5 Jam di Kamar Mandi, Petugas Damkar Turun Tangan Bongkar Pintu

Menahan Nafsu Lewat Puasa

Ustaz Maulana menjelaskan bahwa salah satu cara menjaga diri dari godaan dunia adalah melalui puasa.

Bagi dirinya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bentuk latihan pengendalian diri.

Ia mengutip pesan Rasulullah yang menganjurkan puasa bagi mereka yang belum mampu menikah, sebagai cara menjaga kehormatan diri.

Setelah kepergian sang istri, ia mengaku semakin menjadikan puasa sebagai benteng spiritual.

Beberapa jenis puasa sunnah yang ia amalkan antara lain puasa Ayamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, serta puasa Daud yang dilakukan selang-seling.

Menurutnya, kedua amalan ini membantu menjaga keseimbangan antara kesabaran dan rasa syukur dalam hidup.

Ibadah Bukan Sekadar Kewajiban

Dalam pandangannya, ibadah tidak seharusnya dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban.

Ia mengajak umat untuk meningkatkan kualitas keimanan, dari sekadar Muslim menjadi Mukmin, hingga mencapai derajat Muttaqin.

“Ibadah itu harus dirasakan sebagai kebutuhan, bukan beban,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya adab dalam beribadah. Seperti halnya saat bertemu orang penting, seseorang sebaiknya mempersiapkan diri dengan pakaian terbaik dan kondisi yang bersih ketika menghadap Tuhan.

Pendekatan ini diyakini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap ibadah, bukan sekadar rutinitas.

Filosofi Salam dalam Salat

Salah satu bagian yang menarik dari penjelasan Ustaz Maulana adalah filosofi salam dalam salat.

Ia mengungkapkan bahwa salam ke kanan bukan sekadar penutup, melainkan simbol harapan untuk melanjutkan ibadah di waktu berikutnya. Sementara salam ke kiri menjadi penutup dari ibadah yang telah dilakukan.

Makna ini menggambarkan harapan manusia untuk terus diberi kesempatan hidup agar dapat memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah di masa mendatang.

Penjelasan tersebut memberikan sudut pandang baru bahwa setiap gerakan dalam ibadah memiliki makna mendalam yang sering kali tidak disadari.

Bahaya Pola Pikir Instan

Menanggapi fenomena generasi muda yang ingin sukses secara cepat, Ustaz Maulana mengingatkan bahwa tidak ada kesuksesan tanpa proses.

Ia mengibaratkan hidup seperti mengayuh sepeda. Selama terus bergerak, seseorang akan tetap seimbang. Namun ketika berhenti, maka risiko jatuh semakin besar.

“Sesuatu yang instan itu biasanya cepat hilang. Harus ada usaha, ikhtiar, dan doa,” tegasnya.

Menurutnya, bahkan para nabi pun melalui proses panjang sebelum mencapai kedudukan mulia. Hal ini menjadi bukti bahwa perjuangan adalah bagian tak terpisahkan dari kesuksesan.

Kekuatan Doa dalam Setiap Langkah

Selain usaha, doa menjadi elemen penting yang tidak boleh diabaikan.

Ustaz Maulana menekankan bahwa setiap langkah kehidupan sebaiknya selalu disertai doa, karena di situlah letak keberkahan.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.

Dengan kombinasi antara usaha, kesabaran, dan doa, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup.

Baca Juga: Mengapa Sulit Berubah ? Pakar Neuroscience Ungkap Rahasia Otak Dan Kunci Kesuksesan Pemimpin

Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Di akhir perbincangan, Ustaz Maulana mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Ia menekankan bahwa memberi jauh lebih mulia dibandingkan meminta.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Ustaz Maulana #hidup berkah #puasa sunnah #motivasi islami #kekuatan doa