RADARBONANG.ID - Dalam ajaran agama Islam, menjadi kaya bukanlah suatu larangan, asalkan kekayaan tersebut didapatkan dengan cara yang benar atau halal dan diperuntukkan bagi kemaslahatan di jalan Allah.
Sejarah mencatat bahwa sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW telah membuktikan bahwa kemakmuran finansial yang luar biasa dapat bertransformasi menjadi bentuk peribadatan yang nilainya sangat mulia.
Sebagaimana yang kita ketahui, Rasulullah SAW dikelilingi oleh para kerabat dan sahabat yang memiliki profil ekonomi beragam, di mana beberapa di antaranya adalah sosok kaya raya sekaligus dermawan yang sangat menonjol.
Estimasi kekayaan mereka dapat ditelusuri melalui catatan mengenai nilai aset yang mereka wariskan pada saat tutup usia.
Jika melihat data yang dirilis oleh laman resmi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat setidaknya lima sahabat Nabi dengan akumulasi harta benda yang sangat fantastis, berikut daftarnya :
1. Abdurrahman bin 'Awf, Saudagar Dermawan dengan Warisan Fantastis
Abdurrahman bin 'Awf (580 - 652 M)
Abdurrahman bin 'Awf menempati posisi sebagai sahabat Nabi yang paling sejahtera dengan perkiraan kekayaan saat wafat mencapai Rp 6,21 triliun.
Abdurrahman bin 'Awf adalah orang kedelapan yang memeluk Islam dan dikenal luas sebagai pebisnis yang sangat jenius dan piawai.
Dalam hal militer, beliau tercatat terlibat dalam seluruh pertempuran besar di era Rasulullah SAW.
Salah satu catatan sejarah mengatakan bahwa aset warisannya berjumlah 3.200.000 Dinar atau jika dirupiahkan sekitar Rp175 miliar dalam perhitungan dasar tertentu.
Namun, penelusuran lebih lanjut dari Dewan Syariah Nasional MUI melalui kitab al Bidayah wa an Nihayah karya Ibnu Katsir memaparkan rincian aset yang lebih masif, yaitu 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, hingga 3.000 ekor kambing yang digembalakan di wilayah Baqi'.
Menjelang wafat, beliau menuliskan wasiat untuk membagikan masing-masing 400 Dinar kepada 100 orang veteran Perang Badar yang masih hidup, di mana tokoh besar seperti Utsman bin 'Affan dan Ali bin Abi Thalib turut menerima bagian dari wasiat tersebut.
2. Az-Zubayr bin al 'Awwam, Pemilik Aset Properti di Berbagai Wilayah
Az-Zubayr bin al 'Awwam (594 - 656 M)
Saat wafat kekayaan yang ditinggalkan oleh Az-Zubayr bin al 'Awwam diprediksi nilainya mencapai Rp 3,54 triliun.
Jika melihat catatan dalam Shahih Bukhari, sebagian besar kekayaan beliau tersimpan dalam bentuk aset properti dan tanah.
Aset tidak bergerak tersebut tersebar di beberapa titik strategis, termasuk wilayah Ghabah di barat laut Madinah, serta kepemilikan 11 unit rumah berukuran besar di Madinah, dua unit di Bashrah, serta masing-masing satu unit di Kufah dan Mesir.
Seluruh aset properti tersebut jika dikalkulasi totalnya menyentuh angka 57.600.000 Dirham.
3. Utsman bin 'Affan, Khalifah Kaya Raya dan Dermawan
Utsman bin 'Affan (577 - 656 M)
Saat wafat sosok yang juga dikenal sebagai khalifah ini memiliki nilai kekayaan sebesar Rp 2,53 triliun.
Sebagaimana dicatat oleh Ibnu Katsir, harta warisan Utsman bin 'Affan terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu dana tunai dalam bentuk Dirham sebanyak 30 juta, dana tunai dalam bentuk Dinar sebanyak 150.000, alokasi sedekah senilai 200.000 Dinar, serta kepemilikan ternak sebanyak 1.000 ekor unta.
Baca Juga: Al-Hubab Ibn Al-Mundzir, Kisah Si Cerdik Sahabat Nabi yang Gagasannya Brilian di Perang Badar
4. Thalhah bin 'Ubaydillah, Saudagar dengan Aset Sedekah Besar
Thalhah bin 'Ubaydillah (598 - 656 M)
Nilai harta yang ditinggalkan oleh Thalhah bin 'Ubaydillah saat wafat mencapai Rp 542,1 miliar.
Dokumentasi harta beliau meliputi dana tunai tahap pertama sebesar 2.200.000 Dirham, dana tunai tahap kedua senilai 200.000 Dinar, serta aset tanah yang diperuntukkan bagi sedekah senilai 300.000 Dirham.
Selain itu, referensi sejarah lain menyebutkan bahwa total akumulasi kekayaan Thalhah bin 'Ubaydillah secara keseluruhan dapat mencapai nilai 30.000.000 Dirham.
5. Sa'd bin Abi Waqqash, Pejuang Islam dengan Kekayaan Besar di Akhir Hayat
Sa'd bin Abi Waqqash (600 - 675 M)
Sa'd bin Abi Waqqash tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 15,38 miliar di akhir hayatnya.
Beliau adalah salah satu dsri jajaran pionir pemeluk Islam yang masuk tak lama setelah Abu Bakar, Ali, dan Zayd.
Dalam catatan perjuangan Islam, Sa'd bin Abi Waqqash memegang reputasi sebagai pejuang pertama yang melepaskan anak panah di medan perang dan juga yang pertama kali mengalami luka akibat senjata musuh demi membela agama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni