Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jelang Imlek 2026, Feng Shui Diserbu Lagi: Mitos Kuno atau Strategi Serius Buru Hoki Tahun Ular Kayu?

Arinie Khaqqo • Senin, 16 Februari 2026 | 08:25 WIB

Jelang Imlek 2026, feng shui kembali ramai dibahas. Mitos tahunan atau strategi serius menyambut Tahun Ular Kayu? Saatnya tata ulang ruang dan fokus pada langkah yang lebih terarah.
Jelang Imlek 2026, feng shui kembali ramai dibahas. Mitos tahunan atau strategi serius menyambut Tahun Ular Kayu? Saatnya tata ulang ruang dan fokus pada langkah yang lebih terarah.

RADARBONANG.ID - Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, suasana mulai dipenuhi ornamen merah, lampion, dan berbagai promo khas perayaan. Namun ada satu tren yang kembali mencuri perhatian publik: feng shui.

Ilmu tata ruang kuno asal Tiongkok ini kembali ramai dibicarakan, baik di kalangan keluarga, pelaku usaha, hingga generasi muda.

Pencarian terkait feng shui meningkat di mesin pencari dan media sosial. Konten tentang arah rezeki, posisi meja kerja yang tepat, hingga elemen pembawa keberuntungan di Tahun Ular Kayu 2026 banjir penonton. Konsultasi feng shui pun disebut mengalami peningkatan menjelang Imlek.

Pertanyaannya, apakah ini sekadar mitos tahunan yang selalu muncul saat pergantian tahun lunar, atau memang strategi serius untuk menyambut peluang baru?

Baca Juga: Bukan Cuma Klepon! 7 Jajanan Pasar yang Mulai Langka, Generasi Z Masih Kenal atau Cuma Tahu dari Google?

Feng Shui: Filosofi Keseimbangan yang Bertahan Ribuan Tahun

Secara harfiah, feng shui berarti “angin dan air”. Konsep ini telah berkembang sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok dan dipercaya mengatur keseimbangan energi atau chi dalam sebuah ruang.

Prinsip dasarnya sederhana: lingkungan yang tertata harmonis diyakini mampu membawa kenyamanan, ketenangan, dan keberuntungan bagi penghuninya.

Di Indonesia, praktik feng shui semakin terbuka sejak Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional pada masa Presiden Abdurrahman Wahid.

Sejak saat itu, tradisi dan budaya Tionghoa tampil lebih leluasa di ruang publik, termasuk praktik penataan rumah berdasarkan prinsip feng shui.

Menjelang Imlek, banyak keluarga mulai membersihkan rumah secara menyeluruh, membuang barang rusak, memperbaiki sudut gelap, dan menata ulang ruang tamu maupun kamar tidur.

Tradisi ini bukan sekadar simbolis, tetapi dianggap sebagai bentuk “membersihkan energi lama” sebelum memasuki tahun yang baru.

Tahun Ular Kayu 2026 dan Maknanya

Dalam kalender lunar, 2026 dikenal sebagai Tahun Ular dengan elemen Kayu. Ular kerap diasosiasikan dengan kecerdikan, strategi, dan ketelitian.

Sementara elemen Kayu melambangkan pertumbuhan, fleksibilitas, dan kreativitas.

Kombinasi ini membuat banyak orang percaya bahwa tahun 2026 menuntut perencanaan matang dan langkah yang penuh perhitungan.

Tak heran jika penataan ruang kembali dianggap penting untuk mendukung fokus, peluang karier, hingga stabilitas keuangan.

Istilah seperti “arah hoki Tahun Ular Kayu” dan “feng shui pembawa rezeki 2026” menjadi kata kunci populer menjelang perayaan.

Gen Z dan Tren Feng Shui Modern

Menariknya, tren feng shui kini tidak lagi identik dengan generasi senior. Anak muda mulai tertarik menerapkannya, terutama untuk mengatur meja kerja, ruang usaha kecil, hingga kamar pribadi.

Bagi sebagian Gen Z, feng shui dipandang sebagai cara sederhana untuk melakukan reset di awal tahun.

Menata ulang ruang dianggap bisa membantu membangun suasana baru yang lebih produktif dan positif.

Walau secara ilmiah feng shui tidak dapat dibuktikan sebagai penentu keberuntungan, dari sisi psikologi lingkungan, ruang yang bersih, terang, dan terorganisir memang berpengaruh terhadap mood dan konsentrasi.

Lingkungan yang nyaman bisa meningkatkan rasa percaya diri dan semangat bekerja.

Praktik Feng Shui yang Kembali Tren

Beberapa praktik yang kembali populer menjelang Imlek 2026 antara lain:

Sebagian orang juga melakukan konsultasi untuk mengetahui arah keberuntungan berdasarkan shio masing-masing. Namun, banyak pula yang menerapkannya secara sederhana sebagai bagian dari tradisi tahunan.

Mitos atau Strategi?

Perdebatan mengenai feng shui selalu muncul setiap tahun. Ada yang menganggapnya sebagai warisan budaya penuh filosofi keseimbangan.

Baca Juga: Kisah Pilu Legetang, Dusun di Banjarnegara yang Tertimbun Tanah dan Warga Tak Ada yang Selamat

Ada pula yang melihatnya sebagai sugesti tahunan yang memberi rasa optimisme.

Yang jelas, momentum Imlek sering dijadikan titik refleksi dan awal yang baru. Ketika seseorang merasa lebih siap, lebih tertata, dan lebih optimistis, maka peluang pun terasa lebih terbuka.

Feng shui mungkin tidak secara langsung mendatangkan keberuntungan. Namun ruang yang tertata rapi dapat membantu menciptakan pikiran yang lebih jernih.

Dan dari pikiran yang fokus, lahirlah keputusan yang lebih bijak.

Tahun Ular Kayu 2026 menekankan strategi dan konsistensi. Menata ulang ruang bisa menjadi langkah awal. Namun hasil akhir tetap ditentukan oleh usaha dan tindakan nyata.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#feng shui pembawa rezeki #arah hoki 2026 #feng shui Imlek 2026 #Tahun Ular Kayu #Tips feng shui rumah