RADARBONANG.ID - Siapa sangka, ternyata rezeki tidak selalu berpihak pada orang paling pintar, paling sibuk, atau paling kaya koneksi.
Dalam satu pengajian yang penuh tawa dan makna, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab kita panggil Gus Baha justru membocorkan rahasia langka: ada golongan orang yang rezekinya ditambah Allah SWT tanpa mereka harus memintanya.
Bukan karena gelar tinggi, bukan karena rajin lembur. Bukan pula karena punya banyak “relasi penting”.
Justru, kata Gus Baha, mereka adalah orang-orang yang sibuk mengingat Allah sampai lupa meminta apa pun.
“Orang yang sibuk ingat Allah, baik dengan membaca Al-Qur’an atau yang lainnya, sampai lupa meminta sesuatu, itu akan diberi Allah lebih dari apa yang diminta orang pada umumnya,” ujar Gus Baha dalam salah satu ceramahnya yang viral di media sosial.
Bukan Sibuk Mikir, Tapi Sibuk Dzikir
Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Gus Baha seperti menampar pelan kebiasaan kita yang sering overthinking soal rezeki.
Kita khawatir, takut tak cukup, takut kalah cepat dari orang lain. Padahal, menurut beliau, Allah tidak akan bangkrut hanya karena memberi rezeki lebih banyak kepada hamba-Nya.
“Kamu tidak usah khawatir masalah cukupnya rezeki. Allah itu Maha Kaya, tidak akan rugi kalau memberi kamu kecukupan,” lanjutnya dalam pengajian lain.
Tawakkal Bukan Pasrah Buta
Namun, Gus Baha tidak sedang mengajarkan malas. Beliau tetap menegaskan pentingnya ikhtiar. Bedanya, setelah berusaha, jangan lupa berserah total.
Rezeki datang bukan semata karena strategi, tapi karena restu langit. Ada banyak orang cerdas, tapi hidupnya sempit.
Ada orang biasa, tapi rezekinya lapang. Gus Baha menertawakan fenomena itu dengan cara khasnya: tenang tapi menggetarkan.
“Kadang Allah bikin orang pintar susah rezekinya, supaya dia tahu: yang ngatur rezeki itu bukan otaknya, tapi Aku,” tuturnya mengutip hadis Qudsi.
Rezeki yang Berkah Itu Tak Selalu Banyak
Menurut Gus Baha, ditambah rezeki bukan berarti rekening menumpuk.
Kadang, justru berupa ketenangan hati, keluarga rukun, atau hidup yang tak dikejar waktu dan tagihan.
“Rezeki itu luas. Kalau kamu makan enak tapi nggak tenang, itu bukan rezeki. Kalau kamu makan sederhana tapi bahagia, itu yang namanya rezeki yang diberkahi,” jelasnya.
Jadi, kalau selama ini kamu merasa rezekimu seret, mungkin bukan karena kurang kerja keras, tapi karena kurang ingat Allah.
Menurut Gus Baha, rahasianya sederhana tapi sering kita lupakan: Banyak dzikir, banyak syukur, banyak tawakkal. Dan biarkan Allah yang menambahkannya, bahkan melebihi apa yang bisa kita minta. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah