RADARBONANG.ID — Jawa Timur tak hanya dikenal sebagai lumbung pesantren terbesar di Indonesia, tapi juga sebagai tempat lahirnya pondok-pondok pesantren tertua dan paling legendaris yang menjadi tonggak sejarah perjuangan Islam di Nusantara.
Pesantren-pesantren ini bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat dakwah, budaya, hingga perlawanan terhadap kolonialisme.
Beberapa di antaranya telah berdiri sejak abad ke-18 dan masih eksis hingga kini, mencetak ulama-ulama besar, kiai kharismatik, tokoh nasional, hingga pemimpin ormas Islam terbesar.
Berikut ini deretan 10 pondok pesantren tertua dan paling berpengaruh di Jawa Timur yang menjadi mercusuar peradaban Islam dan pusat pengkaderan ulama nusantara.
1. Pondok Pesantren Sidogiri – Pasuruan (1745)
Didirikan oleh Sayyid Sulaiman, Sidogiri dikenal sebagai pesantren salaf tertua di Indonesia yang masih eksis hingga kini.
Pesantren ini sangat kuat dalam kajian kitab kuning, dan memiliki manajemen kemandirian ekonomi yang menjadi rujukan nasional.
Fakta Unik: Sidogiri punya koperasi santri yang omzetnya mencapai ratusan miliar rupiah!
2. Pondok Pesantren Langitan – Tuban (1852)
Langitan didirikan oleh KH Muhammad Nur, dan dikenal sebagai pesantren yang melahirkan banyak tokoh NU serta pusat kajian ilmu tafsir dan tasawuf.
Letaknya yang asri di tepi Bengawan Solo menambah kekhusyukan suasana pesantren.
Fakta Unik: Dikenal sebagai pesantren para ulama ‘alim nan khusyuk, tanpa hingar-bingar politik.
3. Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri (1910)
Didirikan oleh KH Abdul Karim, Lirboyo dikenal sebagai kawah candradimuka NU.
Ribuan santri dari seluruh penjuru Indonesia menimba ilmu di sini, termasuk banyak tokoh nasional dan pengurus PBNU.
Fakta Unik: Pesantren ini punya perpustakaan kitab kuning yang sangat lengkap dan langka.
4. Pondok Pesantren Tebuireng – Jombang (1899)
Didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Tebuireng tak hanya pesantren, tapi juga menjadi pusat perjuangan kemerdekaan, tempat belajar para tokoh besar seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Fakta Unik: Di kompleks ini dimakamkan tiga tokoh besar: KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan Gus Dur.
5. Pondok Pesantren Buntet – Cirebon (Tapi cabangnya di Jatim)
Meski pusatnya di Cirebon, cabang-cabang Buntet di Jawa Timur juga tumbuh kuat dan memiliki akar sejarah perlawanan terhadap penjajah Belanda dan Jepang.
6. Pondok Pesantren Al-Khoziny – Sidoarjo (1887)
Berada di tengah kota Sidoarjo, pesantren ini dikenal sebagai pusat ilmu falak dan hisab kalender hijriah.
Pesantren ini juga termasuk yang tertua dan masih eksis sampai kini.
Fakta Unik: Al-Khoziny sering jadi rujukan resmi pemerintah dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri.
7. Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif – Denanyar Jombang (1917)
Dikenal sebagai pesantren perjuangan yang erat kaitannya dengan pergerakan nasional. Didirikan oleh KH Bisri Syansuri, mantan Rais Aam NU dan kakek Gus Dur.
8. Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong – Probolinggo (1839)
Salah satu pesantren besar dan legendaris di Tapal Kuda. Memiliki ribuan santri dan jaringan alumni yang sangat kuat di kawasan timur Jawa.
9. Pondok Pesantren Al-Falah Ploso – Kediri (1864)
Menjadi pusat pengembangan ilmu alat dan nahwu sharaf. Didirikan oleh KH Abdul Salam, pesantren ini dikenal mencetak para kiai dan qari yang mumpuni.
10. Pondok Pesantren Syaichona Kholil – Bangkalan (1860)
Dibangun oleh KH Kholil Bangkalan, guru dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Pesantren ini disebut sebagai tempat berkumpulnya para wali abad modern dan masih sangat berpengaruh di Madura hingga kini.
Fakta Unik: Banyak tokoh besar Islam Indonesia merupakan murid langsung atau tidak langsung dari Syaichona Kholil.
Pondok pesantren di Jawa Timur bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tapi juga pusat budaya, gerakan sosial, ekonomi umat, dan penanaman nilai kebangsaan.
Tradisi keilmuannya menjangkau lintas generasi, dan pengaruhnya terus terasa hingga hari ini. (*)
Editor : Amin Fauzie