Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengapa Riba Diharamkan dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya

Amin Fauzie • Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:25 WIB
Mengapa riba diharamkan dalam Islam? pahami apa itu riba serta jenis-jenisnya agar mendapat keberkahan rezeki dalam jual beli dan transaksi bisnis. Foto adalah ilustrasi.
Mengapa riba diharamkan dalam Islam? pahami apa itu riba serta jenis-jenisnya agar mendapat keberkahan rezeki dalam jual beli dan transaksi bisnis. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - Dalam ajaran Islam, riba adalah salah satu praktik keuangan yang dilarang keras karena dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan.

Riba secara umum diartikan sebagai pengambilan tambahan dalam transaksi yang tidak berdasarkan nilai tukar yang adil atau pemberian waktu pembayaran.

Larangan ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga membawa dampak besar terhadap tatanan sosial dan ekonomi.

Apa Itu Riba?

Secara bahasa, riba berarti tambahan atau kelebihan.

Dalam konteks keuangan, riba merujuk pada tambahan yang tidak sah atas transaksi pinjaman atau jual beli.

Islam membagi riba menjadi dua jenis utama:

Larangan Riba dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an dengan tegas melarang praktik riba.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 275, Allah SWT menyebutkan bahwa “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan.”

Larangan ini ditegaskan kembali dalam ayat 278 yang memerintahkan untuk meninggalkan sisa-sisa riba jika benar-benar beriman.

Riba dipandang sebagai bentuk ketidakadilan yang merugikan pihak yang lemah dalam transaksi, dan bertentangan dengan semangat Islam yang menjunjung keadilan.

Prinsip Keadilan dalam Larangan Riba

Islam menolak riba karena bertentangan dengan prinsip keadilan ekonomi.
Dalam transaksi yang adil, kedua belah pihak harus mendapat keuntungan atau risiko yang setara.

Riba hanya menguntungkan pihak pemberi pinjaman, sedangkan peminjam bisa terjerumus dalam kesulitan yang lebih besar.

Ketimpangan inilah yang menyebabkan riba dinilai merusak tatanan sosial.
Dampak Negatif Riba

Riba berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat:

Alternatif Bebas Riba: Solusi Syariah

Untuk menjawab tantangan ini, lembaga keuangan Islam hadir dengan sistem yang bebas dari riba.

Dalam dunia perbankan syariah, transaksi menggunakan skema seperti mudharabah (bagi hasil), murabahah (jual beli dengan margin keuntungan), atau ijarah (sewa).

Skema ini menekankan keadilan, transparansi, dan risiko yang dibagi bersama, bukan hanya dibebankan pada satu pihak.

Pentingnya Memahami Riba di Era Modern

Di tengah pesatnya perkembangan industri keuangan global, pemahaman tentang riba menjadi semakin krusial.

Banyak produk keuangan baru yang kompleks dan secara tidak langsung mengandung unsur riba tersembunyi.

Oleh karena itu, umat Muslim dituntut untuk semakin cermat dan kritis dalam memilih produk keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Selain itu, lembaga keuangan syariah juga terus berkembang, memerlukan tenaga profesional yang menguasai prinsip-prinsip keuangan Islam, termasuk pemahaman mendalam tentang riba.

Riba dan Etika Bisnis

Riba juga bertentangan dengan etika bisnis Islami yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi.

Dalam praktik riba, sering kali terdapat informasi yang disembunyikan atau tidak dijelaskan secara utuh kepada pihak peminjam.

Hal ini bertolak belakang dengan semangat Islam yang menekankan keadilan dalam muamalah (interaksi sosial dan ekonomi).

Tujuan Pelarangan Riba: Masyarakat Adil dan Sejahtera

Pelarangan riba dalam Islam bukan semata-mata untuk mengatur teknis transaksi, tetapi juga untuk mewujudkan maqashid syariah atau tujuan syariah Islam yang ingin menciptakan kehidupan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bebas dari penindasan ekonomi.

Dengan menghilangkan praktik riba, ekonomi menjadi lebih sehat, uang berputar secara produktif, dan akses keuangan menjadi lebih merata.

Pungkasnya, riba dalam Islam bukan hanya soal bunga atau keuntungan semata, tetapi menyangkut nilai keadilan, etika, dan keseimbangan dalam kehidupan.

Islam menolak segala bentuk keuntungan yang diperoleh secara tidak adil dan merugikan pihak lain.

Dengan memahami riba secara menyeluruh, baik dari sisi hukum, ekonomi, maupun moral, umat Muslim dapat terhindar dari praktik yang merusak dan turut membangun sistem ekonomi yang lebih adil dan berkeadilan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#jual beli #transaksi pinjaman #Apa Itu #Etika Bisnis #Mengapa Riba Diharamkan #ajaran islam #larangan