Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Keistimewaan Bulan Muharram: Allah Menciptakan Semesta Hingga 12 Peristiwa Besar para Nabi dan Rasul

Amin Fauzie • Jumat, 27 Juni 2025 | 00:40 WIB
Keistimewan bulan Muharram, di bulan ini Allah menciptakan Arsy hingga surga. Di bulan ini juga terjadi peristiwa besar para Nabi dan Rasul. Foto adalah ilustrasi.
Keistimewan bulan Muharram, di bulan ini Allah menciptakan Arsy hingga surga. Di bulan ini juga terjadi peristiwa besar para Nabi dan Rasul. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Bulan Muharram, yang oleh masyarakat Jawa dikenal sebagai bulan Suro, menyimpan segudang keistimewaan spiritual.

Dalam literatur Islam klasik, bulan ini bukan sekadar penanda awal tahun Hijriah, melainkan juga saksi agung atas berbagai peristiwa besar yang dialami para Nabi dan Rasul.

Bahkan, dalam salah satu atsar yang diriwayatkan oleh Imam Ghozali dalam kitab Mukasyafah al-Qulub al-Muqarrib min’Allam al-Ghuyub, disebutkan bahwa pada bulan Asyura Allah SWT menciptakan 'Arsy, langit, bumi, matahari, bulan, bintang, dan surga.

Itulah bukti kemuliaan dan keistimewaan Bulan Muharram dalam Islam.

Jejak Sejarah Para Nabi di Bulan Asyura

Sejak awal peradaban manusia, Asyura atau 10 Muharram telah menjadi momentum bersejarah bagi para Nabi dan umatnya.

Berikut beberapa peristiwa besar para Nabi yang terjadi di bulan Muharram yang penuh keberkahan ini:

  1. Nabi Adam AS diciptakan dan dimasukkan ke dalam surga pada bulan Asyura. Setelah bertahun-tahun bertaubat karena pelanggarannya, Allah SWT menerima taubatnya tepat di tanggal 10 Muharram.
  2. Nabi Idris AS diangkat ke langit dan diberi derajat yang tinggi sebagai balasan atas kasih sayangnya kepada umat manusia.
  3. Nabi Nuh AS dan para pengikutnya yang taat selamat dari banjir besar, dan kapalnya berlabuh di Bukit Judi pada bulan Asyura.
  4. Nabi Ibrahim AS lahir dan diselamatkan dari kobaran api yang dilemparkan oleh Raja Namrud. Api yang menyala tak kuasa membakar tubuh sang Khalilullah.
  5. Nabi Musa AS menyeberangi Laut Merah bersama kaumnya dan lolos dari kejaran Fir’aun, sementara musuh mereka tenggelam di bulan yang sama. Allah SWT juga menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa di Bukit Sinai pada bulan ini.
  6. Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara di Mesir, di mana ia sebelumnya difitnah oleh Zulaikha.
  7. Nabi Yakub AS disembuhkan dari kebutaannya dan kembali dipertemukan dengan putranya, Yusuf AS.
  8. Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan nun setelah bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah.
  9. Nabi Sulaiman AS menerima anugerah berupa kerajaan yang besar pada tanggal 10 Muharram. Sebagai ungkapan syukur, beliau memperbanyak puasa dan ibadah di bulan ini.
  10. Nabi Daud AS dibersihkan dari berbagai tuduhan dan fitnah. Allah SWT mengampuninya karena ketulusan taubatnya.
  11. Nabi Isa AS lahir dan kemudian diangkat ke langit oleh Allah SWT untuk diselamatkan dari kekejaman Bani Israil, yang keliru menganggap Yahuza sebagai pengganti Isa.
  12. Nabi Muhammad SAW pada bulan Asyura menerima perlindungan dan petunjuk dari Allah dalam memantapkan perjalanan hijrah, tonggak utama penyebaran risalah Islam.

Keistimewaan Bulan Muharram dan Anjuran Puasa Asyura

Begitu banyak kejadian luar biasa yang terjadi pada bulan Asyura, menunjukkan bagaimana bulan Muharram adalah bulan penuh berkah, taubat, keselamatan, dan pengampunan.

Rasulullah SAW bahkan menjadikan tanggal 10 Muharram sebagai momentum penting dengan berpuasa, dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal serupa.

Dalam riwayat, puasa Asyura disebut dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di tahun sebelumnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang bernama Muharram." (HR. Muslim)

Anjuran ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW sejak beliau di Madinah, sebagai bentuk rasa syukur, seperti dalam riwayat berikut:

“Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bersabda, ‘Hari apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah hari yang agung, hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur, dan kami pun ikut berpuasa.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian,’ lalu beliau pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim)

Tak hanya soal amalan pribadi, Muharram juga menjadi bulan yang pas untuk memperbanyak refleksi diri, meningkatkan ibadah, dan memperkuat keyakinan terhadap kekuasaan Allah SWT yang senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang beriman. (*)

Editor : Amin Fauzie
#islam #Peristiwa Besar para Nabi #puasa asyura #suro #keistimewaan bulan muharram