Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kisah Teladan Sahabat Nabi Abdullah ibn Jubair yang Teguh Menjaga Janji, Pemimpin Pasukan Pemanah di Perang Uhud

Amin Fauzie • Minggu, 22 Juni 2025 | 04:35 WIB

Abdullah ibn Jubair, Sahabat Nabi, pemimpin pasukan pemanah di perang uhud yang akhirnya gugur sebagai syuhada. Foto adalah ilustrasi.
Abdullah ibn Jubair, Sahabat Nabi, pemimpin pasukan pemanah di perang uhud yang akhirnya gugur sebagai syuhada. Foto adalah ilustrasi.


RADARBONANG.ID – Dalam sejarah Islam, terdapat banyak sahabat Nabi Muhammad SAW yang kisahnya menjadi teladan hingga kini.

Salah satunya adalah Abdullah ibn Jubair, sahabat dari kalangan Anshar, keturunan suku Aus, yang dikenal karena kesetiaannya menjaga janji kepada Rasulullah SAW.

Kesetiaan Abdullah ibn Jubair bukanlah hal yang biasa. Ia telah berjanji untuk senantiasa taat kepada Nabi Muhammad SAW, karena ia meyakini bahwa ketaatan kepada Rasulullah adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam setiap kesempatan, Abdullah selalu mengedepankan kepentingan Rasulullah dibanding dirinya sendiri, tanpa sedikit pun keraguan dalam hatinya.

Pada Perang Uhud, Rasulullah SAW menunjuk Abdullah ibn Jubair untuk memimpin 50 pasukan pemanah.

Tugas mereka jelas: menjaga posisi strategis di puncak bukit guna melindungi barisan kaum muslim dari serangan balik.

Perintah Rasulullah sangat tegas:

“Jangan tinggalkan posisi kalian meskipun kalian melihat kami menang, dan jangan tinggalkan pula walau kami terdesak.”

Namun, ketika kaum muslim berhasil mendesak pasukan Quraisy dan banyak dari mereka melarikan diri, sebagian besar pemanah tergoda meninggalkan posisi demi mengumpulkan harta rampasan.

Hanya sepuluh orang yang tetap bertahan, termasuk sang komandan Abdullah ibn Jubair, yang dengan teguh memilih taat dan menjaga amanah Rasulullah meski rekan-rekannya telah meninggalkan pos.

Gugur Sebagai Syuhada Karena Kesetiaannya

Ketidaktaatan sebagian pasukan pemanah membuka celah fatal.

Divisi kavaleri Quraisy di bawah komando Khalid ibn al-Walid, yang saat itu masih berada di pihak musuh, memanfaatkan kelengahan tersebut.

Mereka menyerang balik dari balik bukit, menghancurkan sisa pasukan pemanah yang bertahan.

Pasukan muslim yang sedang mengejar kemenangan di bawah bukit pun dibuat porak-poranda.

Serangan mendadak itu menyebabkan kekacauan besar di barisan kaum muslimin.

Dalam serangan tersebut, Abdullah ibn Jubair bersama sembilan pasukannya gugur sebagai syuhada, tetap berdiri di tempat yang diperintahkan, memegang teguh janji dan amanah dari Rasulullah SAW hingga akhir hayatnya.

Kisah Abdullah ibn Jubair adalah pelajaran berharga tentang arti kesetiaan, ketaatan, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah.

Meski pada akhirnya ia gugur di medan perang, namun justru dari pengorbanan itulah umat Islam belajar bahwa kemenangan bukan semata-mata ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh ketaatan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Semoga Allah SWT merahmati Abdullah ibn Jubair dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kisahnya akan selalu menjadi cahaya penuntun bagi setiap orang yang ingin menjunjung tinggi nilai janji dan tanggung jawab, dalam kehidupan maupun perjuangan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#gugur sebagai syuhada #Abdullah ibn Jubair #dari kalangan Anshar #Kisah Teladan Sahabat Nabi #sejarah islam #Pemimpin Pasukan Pemanah di Perang Uhud