RADARBONANG.ID – Dalam beberapa kitab klasik seperti "Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an" karya Imam Al-Qurthubi, disebutkan bahwa hari Rabu adalah hari ketika Allah SWT menciptakan cahaya, yakni bintang-bintang dan matahari.
Maka, hari ini bukan sekadar hari pertengahan pekan, tapi juga hari yang menyimpan nilai penciptaan dan kebijaksanaan Ilahi.
Terdapat doa-doa dan amalan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW maupun dianjurkan oleh para ulama agar hari Rabu bisa dijalani dengan lebih tenang dan penuh keberkahan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, disebutkan bahwa Nabi SAW pernah berdoa pada hari Rabu, dan doanya dikabulkan.
Hal ini dijadikan sandaran oleh sebagian ulama bahwa hari Rabu bisa menjadi waktu yang mustajab untuk memanjatkan hajat.
Doa Mustajab Hari Rabu
Salah satu doa yang sering diamalkan pada hari Rabu adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ، فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُورَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ
Allahumma inni as'aluka khaira hadzal yaumi, fatchahu wa nashrahu wa nuurahu wa barakatahu wa hudaahu
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini: pembukaannya, pertolongannya, cahayanya, keberkahannya, dan petunjuknya.”
Doa ini bisa dibaca di pagi hari Rabu sebelum memulai aktivitas sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kemudahan rezeki di sepanjang hari.
Amalan yang Dianjurkan di Hari Rabu
Beberapa amalan berikut dianjurkan untuk dilakukan pada hari Rabu, baik oleh Nabi SAW maupun melalui wasiat para ulama salaf:
- Shalat Dhuha
Hari Rabu adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak shalat sunnah Dhuha, sebagai wujud syukur atas nikmat kesehatan dan rezeki. - Membaca Surah Al-Waqi’ah
Ulama meyakini bahwa membaca surah Al-Waqi’ah pada pagi hari Rabu bisa menjadi sarana untuk memohon kelapangan rezeki. - Shalawat Nabi
Membaca shalawat sebanyak-banyaknya di hari Rabu dipercaya bisa membuka jalan hajat dan mendatangkan ketenangan hati. - Sedekah Ringan
Sedekah walau hanya sedikit di hari Rabu menjadi pembuka berkah yang mengalir di sisa pekan. Tak perlu besar, asal ikhlas.
Waktu Mustajab untuk Berdoa
Menurut sebagian riwayat, doa yang dipanjatkan antara shalat Dhuha hingga menjelang Dzuhur di hari Rabu memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Maka, sebaiknya gunakan waktu tersebut untuk menyendiri sejenak, merenung, dan memohon pada Allah dengan hati yang khusyuk.
Nah, itulah doa dan amalan di hari Rabu sesuai ajaran Nabi SAW.
Meski tidak ada larangan khusus terkait hari Rabu, beberapa ulama seperti Imam As-Suyuthi menyebut bahwa Rasulullah SAW pernah mengalami banyak peperangan besar pada hari Rabu.
Maka hari ini mengandung energi perjuangan—cocok dijadikan momentum untuk berikhtiar lebih keras, berdoa lebih khusyuk, dan berserah lebih dalam. (*)
Editor : Amin Fauzie