RADARBONANG.ID – Rasulullah Muhammad SAW sepanjang hidupnya telah melaksanakan umrah sebanyak empat kali dan haji satu kali.
Haji yang beliau tunaikan itu terjadi pada tahun ke-10 Hijriyah dan dikenal sebagai Haji Wada’ (Haji Perpisahan), karena menjadi momen terakhir beliau berkumpul bersama para sahabat dalam ibadah haji.
Empat Kali Umrah Rasulullah SAW
Keempat umrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menurut para ulama dan riwayat sahih adalah sebagai berikut:
- Umrah Hudaibiyah (6 H/628 M) – meskipun Rasulullah tidak sampai ke Mekkah karena dihalangi oleh kaum Quraisy, namun niat dan pelaksanaan miqat sudah terjadi, sehingga tercatat sebagai umrah yang tidak selesai (‘umrah mahshur).
- Umrah Qadha (7 H/629 M) – dilakukan setahun setelah Hudaibiyah sebagai ganti umrah yang tertunda.
- Umrah dari Ji’ranah (8 H/630 M) – setelah penaklukan Mekkah dan perang Hunain, Rasulullah berihram dari Ji'ranah untuk umrah.
- Umrah bersama Haji Wada’ (10 H/632 M) – beliau mengerjakan umrah bersamaan dengan pelaksanaan haji terakhirnya.
Haji Wada’: Haji Pertama dan Terakhir Rasulullah SAW
Haji Wada’ adalah satu-satunya haji yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah.
Pada tahun ke-10 Hijriyah, beliau mengumumkan niat untuk berhaji, dan lebih dari 100.000 sahabat menyertainya. Dalam haji ini, Rasulullah SAW:
- Mencontohkan secara langsung seluruh rangkaian manasik haji.
- Memberikan khutbah yang sangat monumental di Arafah yang dikenal dengan Khutbah Haji Wada’.
- Menyampaikan berbagai nasihat penting seperti larangan riba, pentingnya menjaga hak-hak perempuan, serta pesan persaudaraan umat Islam.
Perintah Rasulullah di Hari Nahar
Pada hari Nahar (10 Dzulhijjah), hari di mana umat Islam menyembelih hewan kurban setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, Rasulullah SAW menyampaikan sabdanya yang penuh makna kepada umat:
"Ambillah dariku tata cara manasik haji kalian, karena sesungguhnya aku tidak tahu apakah aku akan berhaji setelah ini atau tidak." (HR. Muslim No. 1297)
Sabda ini menjadi penanda bahwa Rasulullah SAW sedang berpamitan dan menjadi dasar kuat pentingnya mengikuti tuntunan beliau dalam ibadah.
Keteladanan Ibadah yang Disaksikan Para Sahabat
Ibadah haji yang ditunaikan Rasulullah SAW menjadi pedoman utama umat Islam karena semua amalan dilakukan dengan seksama dan disaksikan langsung oleh para sahabat.
Mereka mencatat dan meriwayatkan setiap gerakan, bacaan, serta nasihat yang disampaikan Nabi SAW.
Karena itu, hingga hari ini umat Islam merujuk pada manasik haji Nabi Muhammad SAW dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (*)
Editor : Amin Fauzie