RADARBONANG.ID – Sejarah perjuangan Islam tidak hanya dipenuhi oleh tokoh-tokoh laki-laki, namun juga para perempuan tangguh yang dikenal sebagai sahabiyah.
Mereka bukan sekadar pendukung dari balik layar, tapi juga terlibat langsung dalam berbagai medan jihad bersama Rasulullah SAW.
Peran mereka mulai dari merawat pasukan, membawa perbekalan, hingga ikut angkat senjata.
Berikut ulasan mengenai beberapa sahabiyah yang tercatat berjihad bersama Nabi Muhammad SAW.
1. Nusaibah binti Ka’ab (Ummu Imarah)
Nusaibah adalah sosok yang sangat dikenal dalam Perang Uhud. Ia turun langsung ke medan pertempuran untuk melindungi Rasulullah SAW dari serangan musuh.
Dikenal sebagai “Sang Perisai Rasulullah”, Nusaibah mengalami lebih dari 12 luka parah dalam pertempuran tersebut.
Keteguhan dan keberaniannya menjadikan dirinya simbol keberanian perempuan dalam Islam.
2. Hamnah binti Jahsy
Dalam Perang Uhud, Hamnah binti Jahsy berperan sebagai perawat.
Ia membawa air minum dan memberikan pertolongan pertama bagi para prajurit yang terluka.
Meski tidak bertempur langsung, kontribusinya di balik garis depan sangat penting dalam menjaga semangat para pejuang.
3. Ummu Sulaim dan Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz
Dua sahabiyah ini tercatat hadir di berbagai pertempuran seperti Perang Uhud.
Mereka bertugas membawa air dan merawat korban luka. Kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian dan pengabdian kaum perempuan terhadap perjuangan Islam.
4. Ummu Athiyyah Al-Anshariyyah
Ummu Athiyyah merupakan sahabiyah yang mengikuti tujuh pertempuran bersama Rasulullah SAW.
Dia dikenal sebagai tokoh yang tak hanya berjasa dalam perang, tetapi juga dalam ilmu hadis.
Dia juga sering terlibat dalam pelayanan logistik dan medis bagi pasukan muslimin.
5. Aisyah binti Abu Bakar
Istri Rasulullah ini juga turun ke medan perang, khususnya di Perang Uhud, untuk memberikan air kepada pasukan dan merawat yang terluka.
Meskipun perannya lebih kepada dukungan logistik, kehadiran Aisyah menunjukkan pentingnya kontribusi perempuan dalam perjuangan dakwah.
6. Khawla binti Al-Azwar
Khawla dikenal dalam sejarah Islam sebagai pendekar perempuan yang gagah berani.
Dia ikut bertempur dalam Perang Yarmuk dan beberapa perang lain bersama saudaranya.
Keberaniannya bahkan membuatnya memimpin pasukan perempuan saat kondisi darurat.
7. Safiyyah binti Abd al-Muthalib
Dalam Perang Khandaq, Safiyyah menunjukkan keberanian dengan membunuh mata-mata musuh yang menyusup ke benteng kaum Muslimin.
Tindakannya menunjukkan bahwa perempuan juga dapat menjadi pelindung komunitas saat kondisi mendesak.
Dari Kisah-kisah para sahabiyah yang terlibat dalam jihad bersama Rasulullah SAW tersebut membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Islam.
Mereka hadir dengan semangat pengorbanan, keberanian, dan kecintaan kepada agama. (*)
Editor : Amin Fauzie