RADARBONANG - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, perayaan ini menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT, ditandai dengan penyembelihan hewan seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk rasa syukur dan ibadah.
Menjelang Idul Adha, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan berbagai amalan sunah, salah satunya adalah berpuasa.
Puasa sunah ini tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan bentuk penyucian jiwa dan sarana memohon ampunan dari Allah SWT.
Melalui puasa ini, umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Ada tiga jenis puasa sunah yang sangat dianjurkan sebelum Idul Adha, yaitu puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.
Ketiganya memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri yang dapat mendatangkan pahala dan pengampunan dosa.
1. Puasa Dzulhijjah: Amalan Utama di Awal Bulan
Puasa Dzulhijjah dilakukan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah, bulan yang sangat mulia dalam Islam.
Rasulullah SAW menyebut bahwa amal saleh yang dilakukan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah.
Oleh karena itu, berpuasa sejak tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.
Lafal niat puasa Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala.
Selain berpuasa, umat Islam juga disunahkan untuk memperbanyak amal seperti membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan berzikir guna meraih keberkahan bulan ini.
2. Puasa Tarwiyah: Persiapan Diri Sebelum Arafah
Dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah menjadi bentuk persiapan rohani, terutama bagi para jamaah haji sebelum melaksanakan wukuf di Arafah.
Bagi yang tidak berhaji, puasa ini tetap sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Lafal niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'ala.
Hari Tarwiyah juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan doa, sebagai bentuk refleksi diri dan harapan akan ampunan dari Allah.
3. Puasa Arafah: Penghapus Dosa Dua Tahun
Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, puasa Arafah merupakan salah satu amalan yang paling dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Puasa ini diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Lafal niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta'ala.
Hari Arafah juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa dan berzikir. Allah SWT membuka pintu langit untuk menerima doa-doa hamba-Nya yang tulus memohon. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama