Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh: Kisah Nabi Adam AS Saat Turun ke Bumi, Berikut Sejarah dan Hadis Rasulullah SAW!

Amin Fauzie • Senin, 12 Mei 2025 | 12:32 WIB
Asal usul puasa Ayyamul Bidh berkaitan dengan kisah sejarah Nabi Adam AS diturunkan ke bumi.
Asal usul puasa Ayyamul Bidh berkaitan dengan kisah sejarah Nabi Adam AS diturunkan ke bumi.

RADARBONANG.ID - Pernahkah mendengar tentang puasa Ayyamul Bidh yang disebut-sebut pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun?

Banyak umat Islam melewatkan amalan ringan ini karena kurang mengenal sejarah dan keutamaannya.

Padahal, puasa ini bukan sekadar sunnah biasa—ia punya akar sejarah mendalam yang bermula sejak Nabi Adam AS dan diperkuat langsung oleh Rasulullah SAW.

Yuk, gali lebih dalam kisah dan hadist lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriyah.

Disebut "Ayyamul Bidh" karena pada malam-malam tersebut bulan bersinar penuh (purnama), sehingga tampak terang benderang atau “putih”.

Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh: Dari Nabi Adam AS

Menurut riwayat yang dinukil oleh Ibnu Abbas RA, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, tubuhnya menjadi hitam karena terbakar oleh matahari.

Kemudian Allah SWT memerintahkannya untuk berpuasa selama tiga hari pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.

Setiap hari beliau berpuasa, sepertiga tubuhnya kembali memutih, hingga tiga hari seluruh warna tubuhnya kembali seperti semula.

Riwayat ini menjadi awal mula amalan puasa Ayyamul Bidh yang terus dilestarikan hingga masa Rasulullah SAW dan menjadi amalan sunnah umat Islam hingga kini.

Hadis Anjuran Rasulullah SAW tentang Puasa Ayyamul Bidh

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan puasa tiga hari setiap bulan, khususnya pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.

    عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، الْبِيضَ: ثَلَاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya:
Dari Abu Dzar RA, ia berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada hari-hari putih: tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi no. 761 dan Nasa’i no. 2420)

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa pahala dari puasa Ayyamul Bidh setara dengan puasa sepanjang tahun:

    صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya:
“Puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang masa.”
(HR. Bukhari no. 1976, Muslim no. 1160)

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Berikut lafaz niatnya:

    نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdh lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."

Itulah pengertian apa itu puasa Ayyamul Bidh, asal usul sejarah, hadis, keutamaan, serta niat dan tata cara pelaksanaannya.

Dengan niat yang ikhlas dan konsistensi setiap bulan, kita dapat memperoleh pahala luar biasa yang dijanjikan, setara dengan puasa setahun penuh. (*)

Editor : Amin Fauzie
#sejarah #Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh #riwayat #sunnah muakkad #amalan #Apa Itu #tata cara #keutamaan #kisah nabi adam #pahala #hadis rasulullah SAW #niat