Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Saat Mudik Lebih Baik Puasa atau Tidak ? Berikut Panduannya yang Sesuai dengan Dalil

Ainur Rochmah • Selasa, 25 Maret 2025 | 16:01 WIB
Penjelasan leboh baik puasa atau tidak saat mudik
Penjelasan leboh baik puasa atau tidak saat mudik

RADARBONANG- Mudik jelang Lebaran adalah tradisi tahunan yang dilakukan jutaan orang. Namun, bagi yang sedang berpuasa, muncul pertanyaan lebih utama tetap berpuasa atau berbuka saat dalam perjalanan?

Menurut berbagai dalil dan pendapat ulama, ada tiga kondisi yang bisa menjadi panduan bagi pemudik:

1. Jika Puasa Membuat Perjalanan Terasa Berat

Jika perjalanan jauh membuat tubuh lemas, sulit berkendara, atau bahkan menghambat aktivitas lainnya, maka lebih utama untuk tidak berpuasa.

Rasulullah ﷺ pernah melihat seseorang yang tetap berpuasa dalam perjalanan hingga harus diberi naungan karena kelelahan.

Beliau pun bersabda "Bukanlah suatu yang baik jika seseorang berpuasa ketika dia bersafar.” (HR. Bukhari & Muslim)

Artinya, Islam memberikan keringanan bagi yang merasa kesulitan saat berpuasa di perjalanan.

2. Jika Puasa Tidak Memberatkan

Sebaliknya, jika perjalanan bisa dilakukan dengan nyaman dan tidak terasa berat, maka berpuasa tetap dianjurkan.

Rasulullah ﷺ sendiri pernah berpuasa dalam perjalanan, sebagaimana kisah dari Abu Darda "Kami pernah keluar bersama Nabi ﷺ di beberapa safarnya pada hari yang cukup terik... Di antara kami tidak ada yang berpuasa, hanya Nabi ﷺ dan Ibnu Rawahah yang berpuasa ketika itu." (HR. Bukhari & Muslim)

Keuntungan tetap berpuasa dalam kondisi ini adalah tidak perlu mengganti di hari lain dan bisa lebih mudah beribadah bersama orang lain.

3. Jika Puasa Bisa Menyebabkan Kesulitan yang Berat

Jika puasa sampai membahayakan kesehatan atau keselamatan selama perjalanan, maka berbuka menjadi keharusan. Dalam peristiwa Fathul Makkah, Rasulullah ﷺ melihat beberapa sahabat tetap berpuasa meskipun kondisi sangat sulit.

Beliau pun menegur mereka "Mereka itu adalah orang yang durhaka." (HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa Islam tidak membebani umatnya dan selalu mengutamakan kemudahan dalam menjalankan ibadah.

Jadi, berbuka dianjurkan jika puasa membuat perjalanan terasa berat, berpuasa lebih utama jika perjalanan tetap nyaman dan tidak menyulitkan, dan berbuka menjadi wajib jika puasa menyebabkan kesulitan yang berat atau membahayakan diri.

Maka, sebelum mudik, perkirakan kondisi perjalanan dan daya tahan tubuh masing-masing. Islam adalah agama yang penuh kemudahan, bukan agama yang mempersulit umatnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#lebaran #puasa #perjalanan #mudik #Dalil #pemudik