RADARBONANG.ID - Ketika berbicara tentang penyebaran Islam di Jawa, kebanyakan orang langsung teringat Wali Songo. Namun, sejarah menyimpan kisah lain yang menarik.
Jauh sebelum era Wali Songo, ada sosok yang lebih dulu membawa ajaran Islam ke tanah Jawa—Sirajuddin Isa ibn Shalahuddin Al-Ma’bariy.
Makamnya berada di Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Penemuan makam Sirajuddin Isa, atau yang akrab disebut Mbah Modot, menjadi temuan berharga yang menguatkan fakta bahwa Islam telah hadir di Nusantara lebih awal dari yang selama ini kita bayangkan.
Penelitian mengenai makam ini dilakukan oleh Tim Ekspedisi Wali Songo bersama peneliti sejarah sekaligus penulis buku Fatahillah, Sariat Arifia, serta Ahli Epigrafi Indonesia dari Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), Tengku Taqiyuddin.
Hasil penelitian mereka yang dipublikasikan dalam e-Journal BRIN menunjukkan bahwa makam ini berasal dari 26 Rabi’ul Awal 782 Hijriah atau bertepatan dengan 7 Juli 1380 Masehi—lebih dari satu abad sebelum Sunan Ampel mulai berdakwah di Surabaya.
Menurut keterangan tertulis dari Sariat Arifia pada September 2024, yang dikutip dari RMOL Jateng, nisan makam Sirajuddin Isa menjadi bukti epigrafi Islam tertua yang ditemukan di Jawa.
Bahkan, penemuan ini mendahului makam Sunan Malik Ibrahim, salah satu Wali Songo pertama.
Nama Sirajuddin sendiri memiliki arti pelita agama, yang mencerminkan perannya dalam menyebarkan Islam.
Uniknya, nama besar beliau tidak banyak disebut dalam babad atau catatan para orientalis seperti Raffles atau De Graff, seolah-olah menjadi harta karun sejarah yang baru terungkap.
Keberadaannya di Tuban juga bukan kebetulan. Sebagai kota pelabuhan yang ramai sejak abad ke-4, Tuban telah menjadi pintu masuk penting bagi perdagangan sekaligus penyebaran Islam.
Penemuan ini pun mengubah perspektif kita tentang sejarah Islam di Nusantara.
Jadi, jika suatu saat Anda berkunjung ke Tuban, jangan lupa mampir ke makam Sirajuddin Isa—sebuah saksi bisu dari awal mula cahaya Islam bersinar di Jawa. (*)