RADARBONANG.ID - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan Terowongan Silaturahmi. Bangunan yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
"Peresmian Terowongan Silaturahim ini adalah simbol berharga kerukunan bangsa kita. Terowongan ini menunjukkan bahwa perbedaan tidak pernah menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk saling bersatu," ungkap Presiden, di Jakarta, Kamis (12/12).
Peresmian ini turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para tokoh lintas agama, dan pejabat eselon I Kemenag.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam laporannya, menyebutkan bahwa pembangunan terowongan ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2020.
Proyek ini memiliki tujuan untuk mempermudah akses jamaah antarbangunan rumah ibadah, serta menyediakan ruang parkir yang tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
"Kami berharap dengan terbangunnya Terowongan Silaturahim ini, akses jamaah antarbangunan ibadah menjadi lebih mudah, serta terowongan ini dapat menjadi simbol toleransi antara umat beragama," ujarnya.
Selain terowongan, Menteri Agama menambahkan bahwa proyek ini juga mencakup pembangunan area parkir terpadu dengan kapasitas hingga 1.000 kendaraan.
Fasilitas tersebut dirancang untuk digunakan bersama oleh jamaah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
Proyek ini juga mencakup pembangunan shelter di sisi Masjid Istiqlal, shelter di sisi Gereja Katedral, serta penataan lanskap di sekitar area shelter.
Menteri Agama menjelaskan bahwa di dalam Terowongan Silaturrahmi terdapat instalasi seni bertema Wat Hati, yang berarti "Jembatan Hati." Karya seni ini merupakan hasil kompetisi nasional yang dimenangkan oleh seniman Sunaryo.
“Adapun filosofi pembangunan terowongan silaturahim ini sebagai pengingat pentingnya toleransi antara umat beragama, di mana di dalamnya terdapat galeri dan diorama yang menceritakan hubungan toleransi antarumat beragama di Indonesia," ujar Menag.
"Di dalam terowongan ini juga diperdengarkan suara atau bunyi-bunyi sebagai simbol berbagai agama, yang diperindah dengan cahaya tanpa putus pada reling terowongan silaturahim, sekaligus menjadi simbol jabat tangan," tambahnya.
Menag berharap Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral ini dapat menjadi simbol kebahagiaan bersama, khususnya menjelang Hari Natal, dengan kapasitas parkir yang dapat menampung seribu kendaraan.(*)