RADARBONANG.ID - Pernah dengar lagu Tombo Ati? Atau malah jadi salah satu lagu favoritmu, terutama saat Ramadan.
Lalu, tahukah kamu siapa pencipta Tombo Ati?
Ternyata, lagu yang sering dianggap ciptaan Opick ini sebenarnya adalah warisan ajaran dari Raden Maulana Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang, salah satu Wali Songo yang dimakamkan di Tuban.
Liriknya penuh dengan nasihat mendalam dan cocok banget dijadikan inspirasi, bahkan buat caption Instagram.
Syair ini sebenarnya berasal dari ajaran yang disampaikan oleh Sunan Bonang kepada murid-muridnya secara turun-temurun.
Tidak hanya itu, syair ini juga tercatat dalam beberapa karya ulama besar, seperti Majmu’ Rasa’il karya Ibnu Rajab al-Hanbali dan Dzam al-Hawa karya Ibnu Jauzi.
Bahkan Yahya bin Mu’adz ar-Razi juga mencantumkan nasihat serupa dalam karyanya Dzam Qaswat al-Qalb.
Syair ini begitu populer di kalangan masyarakat Jawa pada masa itu.
Karena maknanya yang dalam dan relevan, syair ini akhirnya dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Opick pada tahun 2005.
Sejak saat itu, lagu Tombo Ati menjadi salah satu lagu religi yang selalu dikenang dan sering diputar, terutama di bulan Ramadan.
Banyak musisi lain yang juga meng-cover lagu ini di berbagai platform media sosial, membuktikan bahwa pesan moralnya tetap abadi melintasi zaman.
Buat kamu, khususnya generasi muda, kalau belum pernah mendengar lagunya, coba dengarkan sekarang deh.
Lagu ini bisa banget membantu menenangkan hati, mengurangi overthinking, dan membawa suasana adem.
Tombo Ati memang lebih dari sekadar lagu—ia adalah warisan budaya yang membawa pesan bijak yang tak pernah usang.
Lirik Tombo Ati dalam Bahasa Jawa dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia
Tombo ati iku limo perkarane
Obat hati itu ada lima perkara
Kaping pisan, maca Qur’an lan maknane
Yang pertama, membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya
Kaping pindho, sholat wengi lakonono
Yang kedua, melaksanakan shalat malam
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Yang ketiga, berkumpul dengan orang-orang saleh
Kaping papat, weteng ingkang luwe
Yang keempat, menjaga perut agar tidak terlalu kenyang
Kaping lima, dzikir wengi ingkang suwe
Yang kelima, berzikir di malam yang panjang
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Siapa saja yang mampu melakukannya
InsyaAllah Gusti Allah
InsyaAllah, Allah akan
Bakal ngijabahi
Mengabulkan (doanya).
Untuk download lirik Tombo Ati dan terjemahan versi pdf, klik di sini (*)