Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Hubungan Doa dan Takdir: Mengapa Kita Perlu Berdoa Meski Takdir Sudah Tertulis?

Amin Fauzie • Jumat, 30 Agustus 2024 | 14:30 WIB
Ilustrasi amalan dan doa yang dianjurkan di hari Jumat.
Ilustrasi amalan dan doa yang dianjurkan di hari Jumat.

TUBAN - Bagi umat yang beriman kepada Allah, kita diajarkan untuk selalu berdoa langsung kepada-Nya, baik saat menghadapi kesulitan maupun dalam kebahagiaan.

Dalam setiap situasi, kita diajarkan untuk menggantungkan segala kebutuhan, kesulitan, dan permasalahan kita hanya kepada Allah.

Namun, mungkin muncul pertanyaan, jika takdir kita sudah ditentukan, mengapa kita masih perlu berdoa?

Artikel ini akan mencoba menjelaskan pentingnya doa sebagai salah satu jalan untuk mewujudkan takdir seorang hamba.

Mengapa Kita Perlu Berdoa?

Doa adalah salah satu amal yang paling mulia di hadapan Allah.

Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berserah diri dan bergantung hanya kepada-Nya.

Dalam berdoa, kita harus penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.

Dalam Al-Qur’an, orang yang tidak berdoa kepada Allah disebut sebagai orang yang sombong dan tidak beribadah kepada-Nya.

Berdoa adalah salah satu hal paling mulia di sisi Allah dan Allah sangat mencintai orang-orang bersandar dan berserah diri hanya kepada-Nya.

Dalam berdoa, kita harus ikhlas dan yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita.

Percayalah bahwa Allah pasti akan mengabulkan semua doa-doa hambanya. Allah berfirman di dalam Al-Quran:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman: berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Ayat di atas menjelaskan bahwa mereka yang enggan berdoa kepada Allah adalah orang-orang yang sombong dan menolak untuk beribadah kepada-Nya.

Penting untuk kita sadari bahwa doa itu sendiri adalah bagian dari ibadah.

Berdoa kepada Allah adalah ciri khas dari hamba-hamba-Nya yang saleh, dan Allah memuji mereka dalam banyak ayat Al-Qur'an karena sifat ini.

Hubungan Do'a dan Takdir

Takdir tidak terjadi begitu saja tanpa sebab. Setiap peristiwa memiliki sebab tertentu, dan salah satu sebab yang paling kuat dalam terwujudnya takdir adalah doa.

Jika sesuatu yang kita doakan telah ditakdirkan, maka doa itulah yang menjadi penyebab terwujudnya takdir tersebut.

Tidak benar jika dikatakan bahwa doa tidak ada gunanya. Ini sama dengan mengatakan bahwa makan dan minum tidak ada manfaatnya.

Faktanya, tidak ada sebab yang lebih bermanfaat daripada doa, dan tidak ada cara yang lebih cepat untuk mencapai apa yang diinginkan selain dengan berdoa.

Umar bin Al-Khaththab, salah seorang sahabat Nabi, pernah meminta pertolongan Allah atas musuh-musuhnya melalui doa.

Ia bahkan menyebut doa sebagai tentara yang paling kuat. Umar berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Kalian tidak mendapatkan pertolongan dengan jumlah kalian yang banyak, tetapi kalian mendapatkan pertolongan dari langit."

Umar juga menekankan bahwa yang penting bukanlah apakah doa dikabulkan atau tidak, tetapi berdoa itu sendiri.

"Apabila kalian berdoa, maka pengabulan akan datang bersamanya."

Pandangan ini mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dalam berdoa kepada Allah.

Sebagai hamba, kita harus tetap berdoa tanpa memikirkan apakah doa itu akan terkabul atau tidak.

Ibnul Qayyim rahimahullah, dalam kitabnya Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’, menegaskan bahwa doa bukan hanya sekadar permohonan, tetapi juga sarana yang efektif dan tidak terpisahkan dari usaha seorang hamba dalam mencapai kehendak Allah.

Jika sesuatu memang sudah ditakdirkan, niscaya hal itu akan terjadi, baik kita berdoa atau tidak.

Namun, jika sesuatu tidak ditakdirkan, hal itu tidak akan terjadi, baik kita berdoa atau tidak.

Pernyataan ini sering kali disalahpahami oleh sebagian orang sehingga mereka meninggalkan doa dengan alasan "Doa itu tidak ada gunanya!"

Padahal, pemikiran seperti ini justru menafikan salah satu sebab utama terjadinya takdir.

Mereka tidak menyadari bahwa doa adalah faktor yang paling kuat dalam mewujudkan takdir.

Jika seorang hamba berdoa, maka akan terjadi apa yang telah ditakdirkan. Sebaliknya, jika tidak, maka apa yang telah ditakdirkan itu mungkin tidak terjadi.

Pungkasnya, kita harus tetap berdoa karena doa adalah salah satu sebab terjadinya takdir.

Jika doa kita belum dikabulkan, kita harus bersabar dan terus berdoa.

Mungkin doa kita yang tertunda akan digantikan oleh Allah dengan pahala di akhirat, atau mungkin doa tersebut tidak baik bagi kita, sehingga Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, seperti terhindar dari musibah. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Mengapa Kita Perlu Berdoa #Doa dan Takdir #ibadah