TUBAN – Dua hari menjelang kepulangan, Minggu (23/6) tiga jemaah haji asal Tuban dikabarkan sakit dan menjalani perawatan.
Meski demikian, ketiganya tetap diikutkan pulang bersama rombongan kelompok terbang (kloter) Tuban.
Ketua Kloter 13 Qomaruddin menga takan, jemaah yang sakit itu berasal dari kloter 11 satu orang dan kloter 13 dua orang.
Disampaikan Qomar—sapaannya, ketiga jemaah sebenarnya membutuhkan perawatan intensif. Namun, berdasar pertimbangan keluarga di tanah air dan persetujuan dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), ketiga jemaah akhirnya diputuskan tetap ikut pulang.
‘’Keluarga dari kedua jemaah tidak tega jika perawatannya di Arab Saudi, takutnya tidak ada yang menjaga. Apalagi, satu jemaah yang istrinya juga sudah meninggal. Sehingga keluarga meminta agar para jemaah diikutkan pulang,’’ katanya.
Sementara itu, dua hari menjelang kepulangan kemarin, para jemaah menjalani haji wada atau haji perpisahan.
‘’Besok (hari ini, Red) persiapan pulang. Untuk paspor sudah tidak ada masalah, koper haji juga sudah selesai penimbangan semua,’’ tandas Qomar.
Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, jemaah haji asal Tuban dijadwalkan tiba pada Selasa (25/6).
Hingga kemarin, seluruh proses administrasi kepulangan berjalan lancar.
‘’Alhamdulillah semua lancar, Insya Allah besok (hari ini, Senin (24/6), Red) sudah persiapan terbang ke tanah air,’’ katanya.
Lebih lanjut, Umi membenarkan bahwa ketiga jemaah yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif tetap diikutkan pulang bersama rombongan jemaah Tuban.
‘’Sudah didiskusikan bersama semua petugas haji hingga tim kesehatan. Keputusannya, jemaah haji yang sakit tetap diikutkan pulang bersama kloter Tuban,’’ tandasnya. (fud/tok)