TUBAN – Berita duka datang dari Tanah Suci. Satu jemaah haji asal Tuban dikabarkan meninggal dunia, Minggu (9/6) lalu.
Kabar itu disampaikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Rabu (12/6). Jemaah yang dipanggil keharibaan-Nya itu atas nama Masngudi Moh. Asyad Ibrahim asal Desa Karanglo, Kecamatan Kerek.
Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, sebelum meninggal, jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Faisal.
Almarhum mengalami komplikasi berupa hipertensi, diabetes, dan masalah jantung.
‘’Setelah dirawat di RS kondisinya tak kunjung membaik, dan Minggu lalu dikabarkan meninggal dunia,’’ kata Umi-sapaannya—kepada Jawa Pos Radar Bonang.
Disampaikan Umi, untuk menuntaskan rangkaian haji, kini petugas kloter tengah mengajukan ke Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diikutkan badal haji.
Itu menyusul adanya program badal haji bagi jemaah sakit parah yang tidak dimungkinkan safari wukuf dan jemaah meninggal dunia.
‘’Semoga proses pengurusan badal haji berjalan lancar,’’ harapannya.
Di bagian lain, Umi menyampaikan, kini para jemaah mulai persiapan untuk melaksanakan puncak haji yang dimulai Sabtu (15/6).
‘’Alhamdulillah, secara umum, kondisi jemaah dalam sehat. Semoga pelaksanaan puncak haji berjalan lancar. Mohon doanya semua dari masyarakat Tuban,’’ tandasnya.(fud/tok)