TUBAN – Minggu (9/6) sore, dua calon jemaah haji (CJH) kuota tambahan asal Tuban menyusul diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Dua jemaah pasangan suami-istri asal Desa Leranwetan, Kecamatan Palang itu tergabung kelompok terbang (kloter) 106.
Ini merupakan kloter terakhir dari Jawa Timur. Praktis, berakhir sudah pemberangkatan haji dari Jawa Timur.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Moh Anshori mengatakan, kedua jemaah diberangkatkan dari kantor Kemenag Tuban untuk selanjutnya bergabung dengan jemaah lain dari Surabaya, Gresik, Pamekasan, dan Sidoarjo.
Dan hari ini (10/6) diterbangkan menuju Tanah Suci dari Bandara Juanda Surabaya.
‘’Fix, ini adalah penambahan kuota terakhir. Setelah ini tidak ada lagi, karena semua kloter dari Jawa Timur sudah berangkat,’’ katanya.
Disampaikan dia, karena masuk kloter terakhir, maka sesampainya di Makkah nanti akan langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti puncak haji pada 15 Juni.
Karena itu, sejak pemberangkatan dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya sudah mengenakan pakaian ihram.
‘’Karena nanti langsung ambil miqot pas di atas pesa wat—saat melintasi daerah yang ditetapkan untuk umrah,’’ bebernya.
Sehingga, lanjut dia, ketika sampai di Makkah, para jemaah bisa langsung melakukan umrah.
‘’Selanjutnya, waktu tiga hari menjelang puncak haji digunakan untuk persiapan melaksanakan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna),’’ tandasnya.
Sementara itu, untuk jemaah kuota tambahan yang tergabung dalam kloter 102 sudah tiba di Makkah. (fud/tok)