TUBAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban memberikan respon terkait pemberitaan: nenek asal Tuban yang terlantar di Arab Saudi karena berangkat haji menggunakan visa nonhaji.
Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum memastikan bahwa nenek atas nama Jamik yang ditemukan terlantar itu tidak masuk dalam kelompok terbang (kloter) asal Tuban.
Ditegaskan Umi, dari 1.157 jemaah asal Kota Legen yang tergabung dalam kloter 11, 12, 13, dan kloter gabungan 14, tidak ada nama Jamik.
‘’Itu di luar kloter kami, jadi kami tidak bisa berkomentar banyak,’’ ujar Umi menyusul pemberitaan yang viral di media sosial tersebut.
Disampaikan Umi, sebelum berita nenek Jamik viral di media sosial, Kantor Kemenag Tuban sebenarnya sudah mendapat laporan dari petugas haji yang berada di Tanah Saudi.
Namun, terang dia, karena tidak masuk dalam kloter haji asal Tuban, sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
‘’Karena memang tidak terdaftar sebagai calon jemaah haji asal Tuban, sehingga kami tidak memiliki kewenangan,’’ katanya.
Lebih lanjut, mantan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Tuban itu menyampaikan, selain tidak masuk kloter Tuban, jemaah atas nama Jamik tersebut juga tidak diketahui asal usulnya—dari desa dan kecamatan mana.
‘’Tidak ada alamat jelasnya,’’ jelas Umi berdasar laporan yang diterima dari petugas haji,’’ ungkapnya, ‘’dan bisa saja memang berasal dari Tuban, tapi sekarang tidak lagi tinggal di Tuban,’’ tandas Umi, sehingga petugas haji dari Tuban menyerahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan lebih tinggi untuk menyelesaikan masalah ini.
Umi menduga, jemaah atas nama Jamik yang tidak mengantongi visa haji ini ikut pemberangkatan travel yang menggunakan visa nonhaji.
Sebagaimana diketahui, Sabtu (26/5) lalu, ditemukan seorang nenek bernama Jamik yang kesasar di Madinah karena terlepas dari rombongan.
Nenek malang itu ditemukan oleh warga Indonesia yang sudah menetap di Arab Saudi, lalu diantarkan ke Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker.
Petugas kesulitan mencari identitas yang bersangkutan karena memang tidak membawa identitas.
Diduga, nenek Jami adalah jemaah nonvisa haji yang menjadi korban pencopetan. Dan setelah ditelusuri, nenek Jami diketahui berasal dari Kabupaten Tuban.
Namun, yang bersangkutan tidak masuk kloter jemaah haji asal Tuban. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie