TUBAN-Tuban, sebuah kabupaten di pesisir utara Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa lampau.
Selain menjadi tempat peristirahatan terakhir Sunan Bonang, salah satu Wali Songo yang terkenal, Tuban juga memiliki enam makam wali lainnya yang sarat dengan nilai sejarah dan spiritual penyebaran agama Islam.
Makam-makam wali di Tuban ini tidak hanya diserbu peziarah, namun juga menjadi simbol perjalanan penyebaran agama Islam di Jawa. Berikut makam wali tersebut:
1. Makam Ibrahim Asmoro Qondi
Terletak di Desa Gesiharjo, Kecamatan Palang, makam Ibrahim Asmoro Qondi adalah salah satu wali terkenal di Tuban yang banyak diziarahi.
Ibrahim Asmoro Qondi adalah ayah Sunan Ampel, salah satu Wali Songo yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Islam di Jawa.
Sebagai seorang ulama besar, Ibrahim Asmoro Qondi dikenal dengan dakwahnya yang bijaksana dan banyak dihormati masyarakat setempat.
2. Makam Syekh Maulana Abdullah Asy’ari (Sunan Bejagung Lor)
Di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, terdapat makam Syekh Maulana Abdullah Asy’ari, yang lebih dikenal sebagai Sunan Bejagung Lor.
Dia adalah seorang ulama besar yang dikenal karena kontribusinya dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Tuban.
Makamnya dikunjungi para peziarah yang ngalab berkah dan mengingat perjuangannya dalam berdakwah.
3. Makam Syekh Hasyim Alamuddin (Sunan Bejagung Kidul)
Tidak jauh dari makam Sunan Bejagung Lor, di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, terdapat makam Syekh Hasyim Alamuddin yang dikenal sebagai Sunan Bejagung Kidul.
Syekh Hasyim Alamuddin juga merupakan seorang ulama terkemuka yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam.
Kisah hidupnya yang penuh dengan dedikasi dan pengorbanan menjadikan makamnya sebagai tempat yang dihormati masyarakat.
4. Makam Sunan Geseng
Makam Sunan Geseng terletak di Desa Gesing, Kecamatan Semanding.
Sunan Geseng adalah seorang wali yang dikenal dengan kesalehannya dan kegigihannya dalam menyebarkan ajaran Islam.
Nama lahir Sunan Geseng adalah Cokrojoyo.
Dia mendapat nama Sunan Geseng dari Sunan Kalijaga sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan dan ketaatannya.
Kesetiaannya begitu besar, sehingga dia rela tubuhnya terbakar, atau menjadi geseng yang berarti gosong hingga menghitam.
Makamnya banyak didatangi peziarah untuk mengenang jasa-jasanya dan memohon berkah.
5. Makam Syekh Subakir
Di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, terdapat makam Syekh Subakir, seorang wali yang dikenal karena keberaniannya.
Syekh Subakir adalah salah satu ulama yang ditugaskan untuk mengislamkan tanah Jawa.
Dalam legenda, Syekh Subakir memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa dan mampu mengusir roh-roh jahat dari tanah Jawa sekaligus membuka jalan bagi penyebaran Islam.
Makamnya sering dikunjungi peziarah yang ngalab berkah sekaligus mengenang jasanya.
6. Makam Syekh Ahmad Kholil
Terletak di Desa Rawasan, Kecamatan Jenu, makam Syekh Ahmad Kholil adalah salah satu makam wali yang terkenal di Tuban.
Syekh Ahmad Kholil dikenal sebagai ulama yang memiliki pengetahuan agama yang luas dan dihormati masyarakat setempat.
Dakwahnya yang bijaksana membuat namanya dikenang sepanjang masa.
Makamnya juga sering dijadikan tujuan ziarah bagi mereka yang ingin mengingat perjuangan dakwahnya.
Makam-makam wali di Tuban ini bukan hanya menjadi tempat ziarah, namun juga simbol dari sejarah panjang penyebaran Islam di Jawa.
Setiap makam menyimpan kisah perjuangan, kesalehan, dan dedikasi dalam menyebarkan ajaran Islam.
Mereka adalah pionir-pionir yang telah berjuang dengan gigih untuk menyebarkan agama yang mereka cintai.
Mengunjungi makam-makam ini bukan hanya untuk berziarah, namun juga mengenang dan menghormati jasa-jasa mereka yang telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk budaya dan spiritualitas masyarakat Jawa. (*)
Editor : Amin Fauzie