TUBAN-Tradisi bersilaturahmi pada momen Lebaran sudah mengakar pada mayoritas muslim di tanah air.
Tidak sekadar saling kunjung, mereka juga bermaaf-maafan.
Begitu mulianya silaturahmi, tamu maupun tuan rumah harus memperhatikan adab atau akhlak.
Berikut enam adab tuan rumah saat menerima tamu:
1. Menjawab Salam Tamu
Nabi Ibrahim AS mencontohkan adab memuliakan tamu. Salah satunya dengan menjawab salam yang ditujukan kepada dirinya.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Alquran:
(Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, ‘’Salam.’’
Ibrahim menjawab, ‘’Salam.’’ (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal, (QS. Adz-Dzariyat 51]: 25).
2. Menyambut Tamu dengan Gembira Kegembiraan tuan rumah harus ditunjukkan kepada orang-orang yang mengunjungi.
Caranya, menyambut dengan hangat, memasang wajah ceria dan murah senyum.
Dalam hadis Rasulullah dijelaskan bahwa tersenyum di hadapan wajah saudara-saudaranya adalah sedekah.
Yakinlah tamu yang datang membawa berkah bagi tuan rumah dan membawa rezekinya sendiri.
Karena itu jangan sungkan dan ragu untuk menjamu dan melayaninya.
3. Senantiasa Menemani dan Melayani Tamu
Saat tamu sudah masuk di kediaman tuan rumah atas izinnya, hendaknya dia bergegas melayaninya dan menemaninya sampai tamu itu berpamitan mengakhiri kunjungannya.
Karena itu, jangan ditinggalkan, apalagi dibiarkan begitu saja kecuali ada kebutuhan penting.
Kendati ditinggalkan jangan terlalu lama dan sebaiknya disampaikan alasannya dengan baik.
4. Menjamu dengan Makanan Kesukaan Menjamu merupakan upaya memberikan pelayanan kepada tamu.
Apalagi jamuan yang disuguhkan adalah makanan yang memang sangat disukai tamu.
Jika makanan belum siap, setidaknya lebih dulu disuguhkan minuman. Untuk memuliakan dan menghormati tamu, di saat berpuasa sunah pun, kita diperbolehkan berbuka.
5. Tidak Bersikap yang Menyinggung Tamu
Tuan rumah harus menunjukkan sikap yang ramah dan menjaga penampilan serta memilih kalimat-kalimat yang lembut kepada tamu.
Pergunakanlah bahasa dan tutur kata yang sopan dan lemah lembut. Termasuk menjaga perasaan tamu adalah tidak membicarakan hal-hal yang terlalu pribadi dan sensitif.
Bertutur baik juga merupakan tanda keimanan.
6. Mengantar Tamu Sampai Pintu atau Halaman
Saat tamu pamitan, tuan rumah hendaknya mengantar sampai pintu atau halaman rumahnya.
Pandanglah sampai tak terlihat lagi.
Jangan lupa untuk saling mendoakan, menyampaikan harapan kunjungan berikutnya, salam perpisahan yang menyenangkan, dan ucapan terima kasih atas kedatangannya.
Jangan pernah menutup pintu, apalagi sampai keras, atau membiarkan tamu sebelum sang tamu pergi dan benar-benar menjauh. (*)
Sumber: NU Online