TUBAN-Bahasa Alquran memiliki tingkat tertinggi. Dari struktur dan kaidah-kaidahnya menunjukkan ketinggian penciptanya.
Membaca Alquran tidak hanya mendatangkan kebaikan sebagaimana sabda Rosulullah SAW; “Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Alquran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).
Sepuluh kebaikan yang diperoleh bukan berdasar tiap kalimat atau kata, namun setiap huruf.
Alangkah banyak kebaikan kita peroleh jika kita rutin firman-firman Allah tersebut.
Berbeda dengan bahasa lain, bahasa Alquran sangat presisi yang menuntut pembacanya melakukan dengan benar.
Berbeda mahroj, panjang pendek (mad) dalam membaca, dapat memiliki arti yang sangat berbeda.
Tidak ada bahasa di dunia yang apabila dibaca panjang atau pendek akan berbeda artinya seperti halnya Alquran.
Demikian juga dalam pengaturan napas saat membaca, bahasa-bahasa lain tidak memiliki kaidah mengatur napas secara baku.
Alquran juga sangat jeli dan teliti. Seseorang yang sedang membacanya tidak boleh sembarang membaca atau berhenti.
Ada kaidah yang harus diikuti, sehingga pembaca harus mengatur napasnya dan menahan sejenak untuk tidak bernapas.
Kondisi ini pada laman Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta diasumsikan dengan kondisi hypoxia intermittent.
Hypoxia intermitten adalah tingkat sedang pada awal kehidupan yang dapat mempercepat perkembangan otak dan meningkatkan kemampuan, yang berkaitan dengan peningkatan neurogenesis dan plastisitas sinaptik.
Secara fitrah seseorang setelah memasuki usia lanjut akan mengalami penurunan fungsi termasuk fungsi otak sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah Yasin ayat 68; “Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian (nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?”
Penelitian yang dilakukan pada hewan coba dan juga pada manusia membuktikan bahwa intermitten hypoxia dapat memperbaiki fungsi otak.
Hal ini sesuai dengan pengujian pada sekelompok lansia. Adaptasi terhadap intermitten hypoxia sedang dapat meningkatkan oksigenasi serebral dan serebrovasodilatasi yang diinduksi hipoksia, sehingga meningkatkan memori dan perhatian jangka pendek pada pasien usia lanjut.
Karena itu, insyallah para hafidz-hafidzoh, ulama, dan orang-orang yang istiqamah membaca Alquran dengan baik dan benar tidak mengalami kepikunan hingga usia lanjut.
Dengan demikian, konsisten membaca Alquran dengan benar menurunkan risiko pikun. (*)
Editor : Amin Fauzie