TUBAN – Hari Raya Idul Fitri mengakhiri ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Tradisinya, umat Islam saling berkunjung atau silaturahmi untuk saling bermaaf-maafan.
Menjelang perayaan yang bertepatan dengan 1 Syawal tersebut, ucapan selama merayakan Idul Fitri bermunculan.
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ada doa seorang muslim saat bertemu dengan saudara muslim lainnya ketika Idul Fitri.
Hal serupa juga disampaikan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunah ketika Idul Adha.
Berikut adalah lafadh do’a tersebut:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
Artinya: “Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.”
Melalui laman Bersama Dakwah Net, ada beberapa keutamaan mengucapkan kalimat tersebut.
1. Menjalankan Sunah Rasulullah
Ucapan tersebut dipopulerkan sahabat Rasulullah SAW dan tidak mendapat pertentangan darinya. Karena itu, menyampaikan doa tersebut kepada sesama muslim dihukumi sunah dan mendapat pahala apabila mengamalkannya.
Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah;
“Barang siapa yang menghidupkan satu sunah dari sunah-sunahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Ibnu Majah; shahih lighairihi)
2. Mengikuti Ajaran Sahabat
Karena melafalkan doa tersebut kepada sesama muslim, maka umat muslim yang mengamalkannya akan mendapatkan ridho Allah SWT.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah At-Taubah;
Artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)
3. Diterimanya Amalan Selama Ramadhan
Sebagaimana arti dari doanya, Allah akan mengabulkan doa tersebut selama amalan-amalan di bulan Ramadhan dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Doa ini juga pernah dipanjatkan penakluk Afrika Uqbah bin Nafi’ RA. Baginya, jihad yang dilakukan tidak akan ada artinya tanpa penerimaan Allah sebagai amal ibadah.
4. Jawaban Taqobbalallahu Minna wa Minkum
Allah berfirman melalui surah An-Nisa bahwa ketika seorang muslim mendapatkan doa kebaikan dari saudaranya, maka hendaklah dia mendoakan yang serupa atau bahkan yang lebih baik.
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
Artinya: “Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.” (QS. An-Nisa’ : 86)
Hal ini sebagaimana dicontohkan sahabat yang diriwayatkan Imam Ad-Dharuqutni.
Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, dia berkata: “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian dia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad-Du’a)
Karena itu, ketika mendapat doa: Taqobbalallahu minna wa minkum’ disunahkan menjawab: Taqobbalallahu minna wa minkum.
Bisa juga dijawab; Taqobbal yaa karim, yang berarti Yaa Allah yang yang Maha Mulia, terimalah amalan kami. (aan)