Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Makna dan Penjabaran Tangan di Atas Lebih Baik dari Tangan di Bawah, Ini Penting Dipahami!

Dwi Setiyawan • Jumat, 5 April 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
Ilustrasi tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.


TUBAN-Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda yang artinya kurang lebih menyatakan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Laman Ponpes Langitan Tuban, Jawa Timur menjabarkan bahwa hadis ini menasihati kita agar menjauhi perbuatan meminta-minta sekaligus mendorong agar lebih suka memberi daripada meminta.

Selama ini, kita pahami bahwa memberi dan meminta biasanya dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat kebendaan.

Para pengemis dimasukkan ke dalam kelompok peminta, sehingga masyarakat seringkali memandang rendah.

Sebaliknya, mereka yang berkecukupan biasanya dimasukkan ke dalam kelompok pemberi. Mereka pun dipandang dengan penuh hormat.

Diulas juga peminta dibagi menjadi dua macam, yakni peminta barang dan peminta jasa.

Baik peminta barang maupun peminta jasa sama-sama tidak baik dalam pandangan Islam berdasarkan hadis tersebut.

Jika orang-orang miskin sering dianggap sebagai orang yang suka meminta barang, maka orang-orang mapan cenderung suka meminta dilayani.

Artinya, mereka adalah pihak yang suka meminta jasa orang lain, seperti minta diambilkan ini dan itu dan sebagainya.

Rasulullah SAW adalah seorang tokoh yang sangat dihormati.

Ketika Rasulullah memerintah atau meminta tolong seseorang, tidak ada yang menolak.

Namun demikian, Rasulullah lebih suka melayani diri sendiri. Salah satunya pada peristiwa Rasulullah SAW tidak bersedia menerima tawaran jasa dari Abu Hurairah.

Saat itu, Abu Hurairah bermaksud membawakan barang milik Rasulullah yang baru beli di pasar. Kepada Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengatakan; “Pemilik sesuatu barang lebih berhak membawa barang miliknya. ”

Ketidakbersediaan Rasulullah SAW dilayani menunjukkan bahwa orang mulia di muka bumi itu tidak suka merepotkan orang lain sementara beliau masih mampu melakukannya sendiri. (*)

GUYUB: Suasana buka puasa bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi dengan para tokoh masyarakat dan ulama di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (4/4). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
GUYUB: Suasana buka puasa bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi dengan para tokoh masyarakat dan ulama di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (4/4). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
Antrean penumpang yang melakukan cek boarding pass di Bandara Internasional Juanda.
Antrean penumpang yang melakukan cek boarding pass di Bandara Internasional Juanda.
Editor : Amin Fauzie
#Tangan di Atas Lebih Baik dari Tangan di Bawah