Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengapa Puasa Menjadi Tolok Ukur Ketakwaan? Berikut Penjelasan Ulama

Dwi Setiyawan • Kamis, 4 April 2024 | 01:05 WIB

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa


TUBAN-Mengacu surah Al Baqarah ayat 183, kewajiban melaksanakan puasa Ramadhan adalah supaya seseorang dapat mencapai ketakwaan kepada Allah SWT.
Karena itu, puasa dikaitkan dengan ketakwaan seseorang.

Dengan kata lain, orang yang tidak berpuasa, maka ketakwaannya diragukan.

Mengutip laman Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta Barat, berikut alasan mengapa puasa menjadi tolok ukur seorang mukmin sebagaimana dijelaskan Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi:

1. Ekspresi ketaatan total seorang hamba

Salah satu penyakit seorang muslim dalam beribadah adalah sifat riya dan sulit untuk ikhlas.

Bisa saja ketika menjalankan sholat sendirian, sholatnya cepat atau bacaannya hanya surah-surah pendek. Namun, kalau sholatnya dilihat orang lain, maka sebisa mungkin terlihat sempurna dengan bacaan surah-surah panjang.

Berbeda dengan mereka yang menjalankan puasa. Puasa merupakan ibadah yang tidak terlihat oleh orang lain. Jika ibadahnya saja tidak terlihat, bagaimana mungkin bisa riya.

Itu artinya ibadah puasa adalah ibadah antara Allah dan hamba-Nya. Saking istimewanya, hanya puasalah yang Allah tahu pahalanya.

Bahkan, untuk balasan pahalanya, Allah langsung yang memberikan. Tidak diwakili malaikat sebagaimana ibadah-ibadah lainnya.

Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Semua amal Bani Adam akan dilipatgandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, Kecuali puasa, maka dia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya."

Dengan demikian, puasa adalah ibadah untuk mendidik seorang muslim untuk taat kepada Allah, baik dalam keadaan sendiri maupun dilihat orang lain.

2. Puasa mengalahkan syahwat

Salah satu keutamaan puasa adalah bisa mengekang syahwat seseorang. Logikanya orang yang berpuasa sedang tidak mengonsumsi makanan dan minuman, sehingga asupan hormonnya akan menurun.

Dengan demikian, syahwat pun terkendali. Wajar saja jika ada pemuda yang sudah dewasa, namun belum mampu menikah, maka Rasulullah menganjurkan berpuasa.

3. Puasa mendidik rasa kasih sayang antar sesama

Saat orang berpuasa, dia akan merasakan bagaimana rasanya menahan lapar dan dahaga.

Kondisi ini mendidik empati dalam dirinya. Ketika berpuasa, dan kita melihat orang lapar, pasti tidak tega, karena sudah merasakan bagaimana rasanya menahan lapar.

Dengan demikian, tenggang rasa dan empati sesama muslim akan terbentuk.

4. Kesetaraan derajat sesama muslim

Puasa adalah kewajiban seluruh umat Islam tanpa memandang status sosial.

5. Mendidik kekompakan sesama muslim

Puasa Ramadahan adalah ibadah yang dilakukan dalam satu waktu yang dilaksanakan serentak seluruh muslim. Tidak hanya pelaksanaan, namun juga sahur dan bukanya.

6. Menjaga kesehatan tubuh

Salah satu manfaat berpuasa adalah menyehatkan tubuh. Jika tubuh sehat, ibadah pun nyaman dan nikmat. (*)

Editor : Amin Fauzie
#puasa #Tolok Ukur Ketakwaan